Dampak Perisakan (Bullying)

Topik: 
Sejak kecil saya di bully karena warna kulit saya.
Saya sering down waktu kecil dan menganggap dunia
ini kejam kepada saya.
 
Saya selalu diasingkan sama teman2 dan lingkungan
saya, selalu di ejek dll. Akhirnya saya lebih 
memilih hidup sendiri dari pada berkumpul. 
Karena menurut saya berkumpul saya pasti ejek. 
Saya orangnya mudah tersinggung. Kalau ada yang
mengejek saya, saya jadi down, tidak percaya diri, 
tidak nafsu makan dll, tubuh saya semakin kurus. 
Saya selalu menghidari orang yang menurut saya
akan menghina saya, saya tidak tahu darimana 
asal pemikiran ini, tapi saya selalu percaya 
kalau orang yang kulitnya lebih terang dari 
saya akan menghina saya. 
 
Ketika saya bertemu dengan laki2 setelah bertemu
dengan saya, laki2 itu tidak mau berbicara 
dengan saya, saya merasa terhina dan disitu saya down
lagi, tidak percaya diri dan tidak nafsu makan
dan menganggap dunia ini kejam. 
 
Saya juga memiliki masa kecil kurang bahagia.
Selain di bully, saya ditinggal orang tua saya 
untuk bekerja, sehingga saya dititipkan orang, 
dan orang yang menjaga saya itu kurang perhatian
sama saya, suka marah dll, sehingga saya mau 
makan itu pun saya takut, sampai sekarang 
sejak kejadian itu saya lebih baik kelaparan 
daripada meminta. Saya masih belum bisa menerima 
kenyataan hidup saya kenapa orang tua saya memilih
uang dari pada saya, makanya saya kadang sering 
emosi kepada ortu dan org sekitar. 
 
Satu bulan yang lalu, saya depresi karena saya 
memikirkan hal yang belum jelas datang yakni mengenai
masa depan saya. saya panas, sakit kepala, tidak 
nafsu makan, kalau pun saya paksakan makan disaat 
kondisi saya tidak nafsu makan itu pasti saya
muntahkan, padahal otak saya tahu betul bahwa 
makanan itu penting, tapi hati yang mempengaruhi 
tidak nafsu. Semakin saya depresi dan saya tidak makan
karena tidak nafsu itu saya gampang sakit, dan
saya tidak bisa mengontrol perasaan ini. 
 
terima kasih.
 
B di kota B
 
Jawaban Kami :
 
Halo B..  
 
Terima kasih sudah mau berbagi cerita dengan kami,
Rasanya sedih dan tidak nyaman ya karena sering dibully 
karena warna kulit. Karena sering di bully sejak kecil, 
berbagai pemikiran yang kurang rasional akhirnya 
terbentuk, misalnya percaya kalau orang yang kulitnya 
lebih terang akan menghina B. Kemudian merasa dunia 
ini kejam karena tidak ada yang perhatian pada B, 
termasuk orang tua. Dengan berbagai perkataan yang 
tidak mengenakkan dan kurangnya perhatian, B merasa 
kurang percaya diri dan akhirnya sakit-sakitan. 
 
Kami sendiri tidak dapat mendiagnosa apakah B memang
mengalami depresi atau tergolong stres saja karena 
hal tersebut membutuhkan pemeriksaan langsung. 
Kami sarankan agar mulai menata diri, hati dan pikiran
jika ingin merasa positif dan percaya diri. 
Bullying memang bukan hal yang mudah untuk ditanggulangi, 
perlu waktu yang lama agar tampil percaya diri. 
Namun, B dapat mencari inspirasi-inspirasi dari tokoh 
yang pernah di bully akhirnya dapat sukses atau 
berhasil di masa dewasanya. Misalnya, penyanyi yang 
pernah di bully karena badannya yang besar. 
Kemudian ada Nick Vujicic (bisa di googling) 
seorang motivator yang sukses meski tidak memiliki 
lengan dan kaki. Bagaimana ia bisa tetap percaya diri.  
 
Kemudian, tetaplah bersosialisasi. Bergabunglah dengan 
berbagai komunitas dan organisasi sosial yang terdekat. 
Tidak semua orang menilai orang lain berdasarkan warna 
kulit. Ada orang-orang yang mau bersosialisasi dengan B 
karena memang memiliki hati yang baik, mau membantu 
sesama. Tetaplah berusaha hingga mendapatkan komunitas
yang tepat dan merasa nyaman di dalamnya. Dengan 
demikian, B dapat mengembangkan diri dengan lebih baik
lagi dan menemukan teman-teman yang memiliki energi 
positif. B juga dapat mengikuti berbagai pelatihan 
motivasi dan public speaking agar lebih percaya diri.   
 
Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu.
 
Salam 
 
Psikologi kita 
  
 
Kategori: