Ingin Memiliki Sahabat

Topik: 

Begini mbak, entah kenapa saya merasa tidak pernah merasakan bagaimana rasanya punya sahabat. saya punya teman tapi mereka tidak terlalu peduli, bahkan ketika ultah tidak ada satupun teman dekat saya yg ingat jarang sekali ada teman yang sms untuk sekedar menanyakan kabar. Hanya sekedarnya saat butuh saja. Jangankan teman, keluarga pun sedikit yang ingat. justru malah teman2 yg tidak dekat yg ingat.


Saya sampai ikhlas sudah terbiasa dengan kedaan seperti ini sejak bertahun - tahun lalu dari jaman sma saya selalu merasa sendiri. Dulu waktu sma pernah ada masalah dengan teman sekelas. Memang saya salah ngomong, tapi toh semua teman saya yang lain pernah salah ngomong, bahkan menurut saya lebih parah, tapi kenapa mereka gampang sekali di memaafkan? Sedangkan saya yang sudah minta maaf, justru berujung pada teman2 saya membicarakan saya di belakang, menjauhi saya, fitnah ini itu,
Kalo ingat kejadian itu sampai sekarang pun saya jadi sangaat berhati2 dalam mengutarakan pendapat.

Ujungnya sampai saat ini saya merasa tidak pernah benar2 menjadi diri sendiri. Saya jadi kurang bersosialisasi. Saya tidak berkomentar, saya takut salah omong kalo berkomentar, efeknya saya jadi lebih pendiam, terlebih lagi dengan orang baru. Lalu yang terakhir mantan kekasih saya yang terakhir berkata bahwa obrolan dan bahasan saya membosankan, saya di bilang tidak mandiri, tidak punya kelebihan apa-apa. Kalau ingat itu semua rasanya stress sekali, rasanya seperti mau menyerah saja dengah hidup ini. Tapi saya ingin membuktikan pada mereka semua bahwa saya bisa berubah jadi lebih baik, saya tidak mau terus2an terpuruk seperti ini. Apa ini memang salah saya yang tidak pandai mengatur mulut? Apa ini memang salah saya yang kurang pandai bersosialisasi? Apa iya saya memang tidak punya kelebihan apa2? Jika iya, saya ingin berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi mba tapi harus bagaimana? Harus dimulai dari mana?

-N, 24 tahun-

Jawaban kami:

Dalam berhubungan dengan orang lain, biasanya memang ada timbal-balik. Apa yang kita lakukan kepada orang lain, demikian pula yang akan dilakukan orang kepada kita. Apa yang N rasakan saat ini, bisa jadi adalah efek setelah N mengalami beberapa peristiwa kurang menyenangkan. Sulit memang apabila kita pernah dianggap kurang
menyenangkan oleh orang-orang terdekat, baik teman maupun kekasih.

Bagaimana cara mengubahnya?
Tentu saja dengan memulai dari diri kita dahulu. Pertama, MAAFKANLAH semua yang pernah terjadi di masa lalu. Tidak ada gunanya terus mengingat dan menyesali peristiwa-peristiwa yang sudah lama berlalu. Belum tentu mereka yang pernah menyebabkan N seperti sekarang ini masih mengingat peristiwa-peristiwa tersebut. Anggaplah bahwa yang demikian tersebut memang bukan teman atau kekasih yang baik untuk N.
 
Menjadi dekat dengan orang lain berarti kita pun harus dapat menerima kelebihan dan kekurangannya. Apabila ada kekurangan bukanlah dijauhi melainkan diperbaiki. Apalagi jika kejadian tersebut terjadi pada masa remaja N. Pada masa tersebut, wajar seorang remaja menjadi suka dan tidak suka secara spontan dengan kita karena beberapa perbuatan yang pernah kita lakukan. Namun, seiring bertambahnya usia, belum tentu orang-orang sebaya kita akan bertindak demikian.

Kedua, apa aktivitas N saat ini? Jika bekerja, maka mulailah berteman dengan rekan-rekan kerja. Sekedar menyapa di pagi hari atau ikut serta dalam makan siang, bisa menjadi sarana untuk memperluas pertemanan. Tidak perlu terburu-buru harus sama seperti yang lain. Setidaknya membuat rekan-rekan kerja tahu bahwa N 'ada' dengan aktif berkegiatan bersama mereka sudah menjadi salah satu langkah awal untuk mengubah diri. Tak perlu takut dan malu, tarik nafas panjang dan tenangkan diri sebelum mulai berinteraksi dengan mereka, dpt menjadi langkah yang baik dalam membina pertemanan.

Ketiga, bagaimana dengan keluarga N? Akrabkan kembali diri dengan keluarga. Di usia N sekarang, keluarga dapat menjadi salah satu pendukung dalam kehidupan kita.

Salam

Psikologi Kita.

Kategori: 

Komentar

Salam..Setelah membaca paparan N beserta jawaban dari Psikologi Kita, saya setuju sekali dari jawabannya bahwa "Dalam berhubungan dengan orang lain, baik itu sekedar kenalan, teman, sahabat atau saudara biasanya memang ada timbal-balik. Apa yang kita lakukan kepada orang lain, demikian pula yang akan dilakukan orang lain kepada kita" disini saya adalah orang yg sama dengan N, dimanapun saya berada dalam sebuah kelompok pertemanan, tim kerja atau kumpulan2,  saya merasa dan menyadari bahwa saya belum mampu berbaur menjalin persahabatan seperti dengan yg lainnya,..  saya perhatikan sepertinya yg lain mudah sekali membuat sebuah 'daya tarik' bagi yg lainnya, yg lain sepertinya cerdik sekali mengembangkan sebuah bahasan atau cerita yg menarik...semua itu bisa jadi karena saya terlalu banyak berfikir dan kaku untuk mengembangkan sebuah cerita yg menarik dalam sebuah "kumpulan", atau bisa jadi karena saya selalu bersikap eksklusive dari yg lainnya, atau bisa jadi karena saya terlalu jujur untuk menilai dan mengungkapkan sasuatu yg seharusnya dapat saya tutupi, atau bisa jadi karena saya justru terlalu over saat berhadapan dengan orang lain, terlepas dari itu semua saya sadari bahwa disanalah kekurangan saya... saya ingin sekali memperbaiki kekurangan ini, karena saya butuh sebuah pertemanan butuh sebuah keluarga,... mohon arahannya, darimana saya harus mengawalinya.? Terima Kasih sebelumnya... salam

Avatar Nurindah Fitria

Dear R,

Agar dapat bergaul dengan baik, tentunya dibutuhkan latihan. Seperti yang disebutkan oleh R, maka itulah hal-hal yang menghambat kita untuk lebih akrab dengan orang lain. Langkah yang dapat kita lakukan, tentu mulailah dengan mengamati seperti apa yang dilakukan orang lain agar lebih akrab. Kemudian, coba terapkan apa yang sudah mereka lakukan dengan cara kita sendiri. Lakukan evaluasi kembali apakah cara itu sudah efektif untuk menjalin hubungan. Lakukan terus dan terus agar kita semakin terbiasa untuk berinteraksi dengan orang lain. Jangan khawatir untuk berbuat salah. Jika masih kurang tepat, di waktu lain lakukan cara yang berbeda lagi. Evaluasi dan terus perbaiki apa yang sudah kita lakukan lebih baik dibanding kita hanya mengeluhkan kekurangan kita. Karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda. Tidak perlu menjadi kecil hati jika merasa kurang dapat langsung berbaur. Memiliki satu teman atau beberapa teman yang bisa akrab dengan kita juga baik. Tak perlu kita langsung harus menjadi seperti orang lain, karena kita memang berbeda orang lain. 

Tetap semangat untuk berubah, semoga menjadi lebih baik.

Salam

-Psikologi Kita-

Jadi, saya ingin menceritakan tentang pertemanan saya... Saya bingung salah nggak sih kalau punya teman maya? Saya suka berteman dengan dia.. (saya mengenalnya 2 bulan lalu) dan sekarang saya sudah anggap dia sebagai sahabat saya. Saya sering curhat sama dia. Dan salah satunya saya curhat tentang masalah cinta, dan komitmen saya dalam menjalani hubungan.teman saya ini kebetulan beragama lain  dan menembak saya untuk dijadikan pacar, tapi saya menolak karena dia berbeda agama dengan saya. Saya menolaknya karena saya punya komitmen untuk memiliki pacar atau nantinya suami dengan agama yang sama.Dan dia menerimanya. (untuk tidak berpacaran dengan saya)Di dunia asli, saya menceritakan pada teman real saya tentang hal ini, dia bilang topic yang saya bicarakan itu terlalu jauh, toh dia bukan siappa siapa dan saya tidak tahu pasti teman maya saya itu siapa, walaupun chat tiap hari, itu topik terlalu jauh.Boleh tanya pendapat anda mengenai hal ini? Salah atau nggak sih punya topik pembicaraan seperti itu? atau salah untuk punya temen maya?

Avatar Nurindah Fitria

Dear Dee,

Tidak ada yang salah memiliki teman di dunia maya. Karena pada dasarnya berteman di dunia maya sama saja dengan berteman dengan dunia "offline". Yang berbeda hanyalah media untuk berkomunikasinya. Tidak ada yang salah jika kita menjadi akrab karena memang pada dasarnya untuk membentuk suatu hubungan dibutuhkan komunikasi. Dan komunikasi yang sudah terjalin kebetulan melalu media "online". Karena komunikasi ini bersifat umum, maka wajar saja jika yang dirasakan sama dengan ketika berteman di dunia 'offline'. Bahkan ada beberapa orang yang akhirnya menjalin hubungan serius dan menikah setelah awalnya menjalin komunikasi via dunia maya. 

Seberapa jauh hubungan itu tetap kita yang menentukan. Jika kita sudah memiliki prinsip tertentu maka yakinlah pada prinsip tersebut. 

Salam

-Psikologi Kita-

Jadi begini dok, saya masih siswi SMA. Dari dulu saya banyak teman tetapi satu per satu pergi. Saat SD seperti itu hingga akhirnya saya mencari SMP yang tidak dimasukin teman-teman SD saya. Saat SMP saya juga dijauhin, tapi saya sering dimanfaatin, sampai saya minta maaf seperti mengemis hingga saya pernah memiliki fikiran untuk lompat dari atap gedung sekolah. Disitu saya sudah berada di atap. Lalu saya masuk SMA, awalnya teman saya banyak sekali dok. Lama kelamaan berkurang satu per satu, mungkin karena mulut saya yang nggak bisa saya kontrol, juga karena saya tidak bisa berbicara dengan tegas. Hingga sekarang saya belum punya sahabat, sedangkan masa SMA saya masih lama sekali dok. Saya membuat kesalahan, padahal sebelumnya saya melakukan apapun yang saya bisa untuk teman-teman saya ini dok. Kenapa mereka enggak bisa memaafkan saya? Dan mengingat waktu kami senang-senang? Dok saya lelah sekali kalau siklys hidup saya seperti ini terus. Saya sampai sekarang berfikiran untuk mati dan jatuh sakit. Tolong tanggapannya dok, terimakasih

Avatar Nurindah Fitria

Dear Red,

Sebelumnya, cobalah cari tahu dahulu apa sebab dari satu per satu teman Red meninggalkan Red. Dari sebab itulah maka kita mulai coba mengatasinya. Mungkin sempat disebutkan bahwa Red agak kesulitan mengontrol ucapan. Sekarang cobalah kembali dari awal untuk mulai berkenalan dengan teman-teman yang ada di sekitar. Saat sudah diterima dalam satu kelompok, cobalah untuk mengobservasi bagaimana cara mereka berinteraksi satu sama lain. Dari situ kita bisa belajar bagaimana cara orang lain berkomunikasi untuk jangka waktu yang lama. Kemudian, cobalah untuk mengendalikan diri. Jangan tinggikan suara kamu ketika berbicara, aturlah nada suara yang digunakan ketika berbicara, dan hindari penggunakan kata ke'aku'an yang kesannya menyombongkan diri. Kadang kala dalam pertemanan ada orang yang kurang suka jika ada temannya terlalu dominan dan kurang memperhatikan orang lain berbicara. Dalam komunikasi yang terpenting adalah ada masa ketika kita yang berbicara dan masa ketika kita harus menjadi pendengar karena berkomunikasi artinya adanya timbal balik, kesepahaman, dan keterikatan dalam komunikasi tersebut.

Salam

-Psikologi Kita-

Sejak dulu hingga sekarang saya merasa tidak punya teman. Sejak SMP saya merasa seolah berbicara dan bertemu dengan orang yang memakai topeng. saya selalu merasa bahwa teman teman hanya butuh disaat ada keperluan mendesak. kadang juga saya merasa bahwa mereka itu hanya berpura2 baik atau senang terhadap apa yang saya berikan untuk mereka. saya selalu berusaha untuk bersikap baik, melucu, bahkan terkesan bodoh dan konyol demi membuat mereka tertawa atau senang. dan ku pikir dengan bgitu aku bisa mendapatkan lebih banyak teman. tapi ternyata saya ini memang bukan pribadi yang menyenangkan. saat SMP dulu, pernah ada pengalaman seorang teman yang ku anggap baik ternyata menghianati dan menjelek2kan tentang saya ke orang lain. saat kuliah terjadi lagi hal yang sama. bahkan sampai membuka aib yang tidak semestinya diceritakan ke orang lain. padahal saya sudah percaya kepadanya. hal itu yang menyebabkan mosi tidak percaya pada orang lain dalam diri saya sangat besar. saya kadang merasa sangat iri melihat teman2 yang lain punya sahabat atau teman dekat yang ada buat mereka saat sedih maupun senang. sementara aku senang maupun bahagia tidak ada teman yang peduli. saat saya butuh bantuan pun sulit skali menemukan mereka yang ingin membantu. dihari yang seharusnya saya merasa bahagia, berharap banyak teman yang bisa datang di syukuran wisuda, ternyata hanya 1 dua orang yang datang. pas ngeliat foto syukuran wisuda teman yang lain, mereka pada datang semua kesana.  itu yang membuatku merasa selama ini tidak punya teman dan menilai bahwa saya memang bukan pribadi yang menyenangkan dan berhak berteman dengan orang lain. tolong tanggapannya dok. terima kasih

Dok sya mu crita .tntang khduoan sya dar kcil.sya dar umur 4 thn sring liat ibu sya d pukuliln
Olh bapak sya bhkan saya pun slalu dapat prlakuan sma dari ayah sya.smpai skrang sya br umur 21 thn pn ayah sya mash br sikap kasr da kDRt am ibu sya.jujur dok sya nglmn depresi
Smpai nangis trus dan sya pn sulit brgaul.kdang sya mpng marah.sya hg