Memilih untuk Masa Depan

Topik: 

Selamat malam bu. Perkenalkan nama saya T. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu maka dari itu setelah lulus SMA saya berniat cari kerja saja. Alhasil saya bekerja sebagai seorang kasir. Saya sudah bertunangan & berencana akan menikah 3 tahun lagi. Dari semua itu saya berpikir jika terus begini bagaimana saya akan membiayai kehidupan anak-anak? (Gaji saya 1juta-an). Kemudian saya mulai berpikir bagaimana jika saya kuliah? Banyak lowongan pekerjaan yang membutuhkan sarjana. Tapi saya ragu akankah saya akan mampu membiayainya? Meskipun cukup terjangkau yaitu 1.080.000/semester sudah termasuk spp, sks dll. Jujur saya trauma akan masa-masa SMP & SMA dulu. Sulit sekali membiayai.

Lalu jika saya mampu membiayai, lantas jika lulus di usia 27 atau 28 adakah perusahaan yang mau menerima mengingat sudah umur segitu? mau cari kerja di luar kota jg pikir-pikir kan soalnya saya juga sudah bertunangan? (saya ingin mengambil perbankan syariah). Ataukah harus bagaimana? Saya takut sekali akan masa depan. Jauh di dalam hati, saya yakin Allah akan membrikan nasib yang baik pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Banyak teman dan calon suami saya sendiri mengatakan bahwa jika saya kuliah itu adalah tindakan yang percuma. Buang uang dan waktu. Saya harus bagaimana bu? Saya ingin penghidupan yg lebih baik? Apa itu salah?

Terima kasih

-T di kota P-

Jawaban kami:

Dear T,

Terima kasih sudah berbagi dengan kami.

Merasa takut akan masa depan adalah hal yang wajar. Namun, alangkah baiknya rasa takut itu menjadi cambuk bagi kita untuk menjadi lebih baik,bukan untuk larut dengan ketakutan. Rasa takut adalah suatu bentuk reaksi yan alami terjadi ketika kita berhadapan dengan objek yang kita tidak sukai. Di dalam kondisi ini objek ketakutan T adalah masa depan. Sayangnya masa depan pastinya tak ada yang tahu. Jadi, apa yang butuh ditakutkan? Takut yang ada hanyalah bentukan pikiran kita sendiri apalagi objek yang kita takutkan sebenarnya tidak nyata dan belum ada. 

Keluar dari area aman T saat ini (ada tunangan,ada pekerjaan,ada masa depan yang lebih pasti) tentu sulit. Itu juga yang membuat T takut. Namun, tidak ada yang salah juga mencari yang lebih baik selagi itu dijalankan dengan sungguh2 dan penuh perjuangan. Masalah dengan tunangan yang tidak setuju, bisa juga dipertimbangkan. Karena mungin bagi tunangan cukuplah ia yang membiayai Anda. Diskusikan dahulu keuntungan dan kekurangannya.

Hal lain yang butuh dipertimbangkan lagi, apakah memang perlu pendidikan yang ingin T kejar? Apabila mmg sangat dibutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik,maka silahkan saja untuk menempuh pendidikan di luar kota. Namun, jika itu hanya untuk memenuhi ambisi Anda mkn perlu dipertimbangkan kembali mengingat tindakan saat ini tentu berpengaruh terhadap orang-orang di lingkungan Anda terutama tunangan Anda.

Pertimbangkanlah dahulu mana yang paling baik.

Salam.
Psikologi Kita

Kategori: 

Kirim komentar

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.