STOP Kekerasan dalam Hubungan Pacaran

Kategori: 

“Pokoknya kamu ngga boleh dekat sama teman laki-laki kamu.. aku ngga suka.. awas kalau sampai aku tahu ya”

”Gitu aja ngga bisa, bodoh banget sih kamu”

”Aku laki-laki, dan kamu perempuan..seharusnya perempuan itu tunduk di bawah laki-laki. Kalau kamu ngga ikut apa yang aku bilang, lebih baik kita putus”


Saat berpacaran, seharusnya kita merasa bahagia. Namun ada hubungan berpacaran yang tidak berjalan dengan mulus sehingga kalimat bernada merendahkan atau mengancam seperti kalimat di atas kerap kali diucapkan oleh pacar kepada kita. Mungkin tidak hanya melalui ucapan, namun pacar juga melakukan tindakan kasar saat kita tidak melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Lebih jauh lagi, pacar memaksa kita melakukan hubungan seksual yang tidak kita inginkan. Jika hubungan pacaran seperti ini tentu saja tidak membuat kita merasa bahagia, melainkan justru membuat kita merasa ketakutan dan tidak berdaya.

Salah seorang remaja yang pernah saya temui mengungkapkan bahwa pacarnya seringkali memeriksa handphone-nya, bahkan mencetak catatan pemakaian teleponnya. Jika pacarnya menemukan ada pesan singkat dari laki-laki, maka pesan itu akan dihapus. Jika pacarnya menemukan nomor asing di hp-nya, maka ia akan menelepon nomor tersebut. Remaja tersebut mengaku sangat kesal namun tidak dapat melawan. Pacarnya menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena ia mau berhubungan dengan serius. Ya, memang terkadang kita tidak menyadari perilaku pacar ternyata sudah masuk ke dalam kekerasan karena dianggap bahwa itu adalah bentuk tanda cinta. Selain itu kita juga tidak sadar karena perilaku itu belum mengancam fisik kita atau kita tidak banyak tahu informasi mengenai kekerasan. Walaupun perilaku pacar belum mengancam fisik, tidak ada salahnya kita harus waspada dengan bentuk-bentuk kekerasan yang bisa dilakukan pacar terhadap kita.  

Pada umumnya jenis kekerasan yang sering terjadi dalam hubungan pacaran dapat dibagi menjadi kekerasan psikis/verbal, fisik, serta seksual. Semua jenis kekerasan ini memiliki satu hal yang sama, yaitu memperlihatkan adanya KEKUATAN dan KONTROL pada pihak/pasangan yang menjadi pelaku kekerasan.

  1. Kekerasan psikis/verbal

    Kekerasan ini betujuan menurunkan keberhargaan diri seseorang, menimbulkan ketakutan, perasaan tertekan dan tidak berdaya. Perilaku yang muncul cenderung menunjukkan kecemburuan, posesif, dan pengendalian seperti memanggil nama pasangan dengan sebutan negatif (bodoh, jelek), cemburu berlebihan, dihina, diancam, dilarang berhubungan dengan teman, menggunakan handphone untuk mengecek pasangan sesering mungkin. Bentuk kekerasan ini sering terjadi namun jarang disadari sebagai kekerasan.


  2. Kekerasan fisik

    Kekerasan ini bertujuan untuk menyakiti pasangan dan mengakibatkan luka yang mudah terlihat. Biasanya kekerasan ini sudah terlebih dulu diawali dengan sejarah kekerasan psikis. Perilakunya diantaranya seperti mendorong, memukul, menjambak, menganiaya tubuh, mencekik, atau memaksa pasangan pergi ke tempat yang membahayakan dirinya.


  3. Kekerasan seksual

    Kekerasan ini terlihat dari rabaan atau sentuhan pada tubuh yang tidak dikehendaki, ciuman yang tidak kehendaki, pelecehan seksual, pemaksaan fisik untuk melakukan hubungan seksual, atau mengancam akan meninggalkan pasangan dan memanipulasi dengan paksa untuk melakukan hubungan seksual. 


Secara umum memang laki-laki lebih sering diketahui melakukan kekerasan ini dibandingkan perempuan. Namun jangan salah, pada kenyataannya perempuan juga bisa menjadi pelakunya lho. Kekerasan dalam hubungan pacaran ini perlu mendapatkan perhatian oleh kita, terutama remaja, yang mulai berpacaran. Kenapa? Karena ternyata mengakibatkan dampak negatif pada orang-orang yang menjadi korban. Dampak yang paling mudah terlihat oleh mata kita adalah dampak fisik berupa memar atau luka ringan hingga yang paling parah adalah kematian. Selain itu dampak yang juga bisa dialami adalah dampak psikologis. Dampak psikologis ini juga bermacam-macam, mulai dari turunnya kepercayaan diri kita, gangguan dalam emosi (mengalami emosi sedih dan marah), depresi, hingga mengalami reaksi stres pascatrauma.

Oleh karena itu, untuk menghindari adanya rangkaian kekerasan dalam hubungan pacaran, teman-teman remaja dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Mengenali pasangan dan hubungan berpacaran yang sedang dijalani

    Mengenali siapa pacar kita merupakan cara yang paling tepat untuk menghindari kekerasan. Sebelum memutuskan berpacaran, sebaiknya ketahui perilaku calon pacar serta kebiasaan baik dan buruknya. Saat sudah berpacaran, kenali hubungan dengan menanyakan hal ini pada diri sendiri: Apakah pacar sangat pencemburu, terutama jika kamu tidak berada di sampingnya? Apakah ia sering menuntut kamu melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan? Apakah pacar melarang kamu untuk berhubungan dengan teman-teman kita? Apakah emosi pacar naik turun dan mudah marah? Apakah kamu merasa ketakutan jika pacar anda marah? Apakah ia dengan mudah mengatakan hal negatif tentang kamu (misalnya: menyebut kamu bodoh, tidak berguna, dll)? Apakah pacar bisa tampil menjadi dua orang yang berbeda, sesaat ia memukul dan memaki, namun kemudian akan meminta maaf dan memohon pada kamu untuk kembali padanya? Apakah pasangan sering mengatakan bahwa ia melakukan itu semua demi kebaikanmu? Jika teman-teman menjawab YA pada satu atau lebih pernyataan tersebut, maka ada kemungkinan bahwa teman-teman berada dalam hubungan kekerasan.


  2. Bersikap asertif dengan menyatakan keberatan atau berani berkata ”Tidak” saat pasangan mulai memaksa melakukan sesuatu yang tidak kita suka dan tidak sepantasnya

    Cobalah untuk mengungkapkan pendapat atau keberatan kamu kepada pasangan dengan cara yang tepat. Beritahu dengan tenang perilaku yang seperti apa yang tidak kamu sukai beserta alasannya. Setelah itu ungkapkan harapanmu terhadap pacar. Harus sama-sama kita ingat bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Perilaku yang dipaksakan oleh orang lain dan memiliki konsekuensi negatif seharusnya tidak kita lakukan. Dengan berani bersikap, kita juga memiliki kontrol atas diri kita sendiri dan tidak cenderung didominasi oleh pasangan.


  3. Mencari dukungan sosial dari pihak yang dipercaya jika perilaku pasangan mulai membuat kita ketakutan.

    Kekerasan secara psikis biasanya lebih sulit diketahui oleh orang lain karena dampaknya tidak mudah terlihat. Bagi teman-teman yang menyadari perilaku pasangan mulai mengganggu atau mengancam diri, cobalah untuk berkomunikasi secara terbuka pada pihak yang dapat dipercaya seperti orang tua atau sahabat. Hal ini bisa membantu kita mendapatkan masukan mengenai apa yang harus dilakukan. Jika merasa bahwa dampak yang dialami sudah semakin parah dan teman-teman merasa butuh cerita ke pihak yang lebih ahli, maka teman-teman dapat mendatangi psikolog untuk konseling.


  4. Evaluasi kelanjutan hubungan pacaran.

    Hubungan yang sehat adalah hubungan yang terbuka, setara (tidak ada yang mendominasi), saling mendukung, serta membuat individu berbahagia. Jika teman-teman ternyata masuk ke dalam hubungan yang rentan dengan kekerasan dan masih ragu untuk memutuskan apakah hubungan harus diteruskan atau tidak, tanyakan hal-hal berikut ini kepada diri: Apakah hubungan yang didasari cinta harus mendatangkan ketakutan pada diri kamu? Apakah normal jika kamu terus menangis atau sedih karena perilaku yang dilakukan pasangan? Apakah pantas jika pasangan membuatmu merasa rendah diri? Apakah yang dilakukan pasangan merupakan perilaku yang didasari rasa cinta? Jika kebanyakan jawaban adalah TIDAK, maka teman-teman tidak perlu khawatir untuk berhenti dalam hubungan tersebut. Ingat bahwa kita punya hak untuk menjadi bahagia dan kekerasan bukan hal yang pantas dilakukan di dalam sebuah hubungan. 


Artikel terkait: 

Komentar

hal ini saya alami skr,,,,, klo memang ingin diteruskan adakah jalan untuk merubah karakter tsb?????

Avatar Nurindah Fitria

Dear Icha... 

karakter seseorang amatlah sulit untuk diubah, bahkan kalau mau berubah hingga 180 derajat. Yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi intensitasnya. Hanya saja ini juga harus diikuti oleh kesadaran dan kemauan untuk mengubah karakter dari si orangnya. kita sebagai orang luar sangat sulit untuk mengubahnya kecuali kita benar2 orang yang didengarkan oleh orang tersebut. 

Apalagi dalam kekerasan dalam berpacaran, jangan pernah sekalipun berharap pasangan akan berubah setelah menikah. Menikah dengan keinginan mengubah pasangan atau berharap pasangan berubah karena pernikahan itu, adalah suatu hal yang amat mustahil.

Jika benar hal ini sedang terjadi pada Icha, harap pertimbangkan masak2 sebelum berlanjut ke hubungan pernikahan.

Salam.

 

saya sudah berpacaran sekitar 6 tahun..saya tau banget karakter pacar saya apabila sedang marah,apalagi berhubungan dengan cowo lain. saya tidak boleh berhubungan dengan teman-teman cowo ,apalagi yang dia tidak sukai..padahal saya tidak pernah berhubungan yang lebih dengan teman-teman cowo saya selain hubungan pertemanan atau hubungan kerja..selama ini saya menuruti keinginan dia untuk saling menjaga perasaan masing-masing karena saya sayang banget sama dia,namun menjelang pernikahan kami ( 4 bulan lagi ) tindakan dia semakin menjadi-jadi dan sangat membuat saya ga nyaman. dia selalu mengancam membatalkan pernikahan kami apabila perkataan dia tidak dituruti.mohon sarannya saya harus bagaimana,karena jujur saya takut apabila dia marah tapi disisi lain saya ga mau kehilangan dia...

Avatar Wiwit Puspitasari Dewi

Halo Tia.. terima kasih sudah berbagi bersama kami di sini..


Yang terjadi itu adalah salah satu bentuk kekerasan secara psikis dan verbal, dimana pasangan berusaha mengontrol kamu serta mengeluarkan ancaman yang membuatmu tidak nyaman. Biasanya dalam kekerasan dapat terjadi eskalasi kekerasan. Maksudnya jika tidak dilakukan tindakan dan terus-terusan terjadi, maka kemungkinan munculnya jenis kekerasan lainnya yang tingkatnya lebih berat dari yang saat ini bisa terjadi. Saat ini yang terjadi mungkin belum menjadi masalah besar buat kita, namun kita tidak bisa mengetahui ke depannya akan seperti apa.


Namun apakah itu artinya kamu tidak bisa melakukan apa-apa? Tidak, kamu bisa melakukan sesuatu. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu dirimu sendiri dan pasangan sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Diantaranya:


1. Mengajak pasangan untuk duduk bareng dan saling terbuka tentang perasaan masing-masing. Termasuk di antaranya terbuka tentang hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan serta memberikan masukan bagaimana cara mengatasinya. Lakukan hal ini di saat yang santai dan pasangan sedang siap diajak berbicara. Jika kamu khawatir pasangan akan marah atau bertindak di luar kendali, bisa mengajak satu orang yang kalian percaya dan netral seperti pemuka agama, psikolog, konselor pernikahan, dll.


2. Mencari tahu mengapa pasangan kita berperilaku seperti itu. Biasanya orang yang berusaha mengontrol pasangannya memiliki kekhawatiran akan kehilangan pasangan, namun kesulitan untuk mengungkapkannya dengan baik. Tia mungkin bisa mencoba berbicara dengan baik kepada pasangan mengenai hal ini. Jika ada perasaan cemburu dengan laki-laki yang mengajakmu berbicara, kamu bisa menjelaskan kepadanya untuk tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Sebaliknya, kamu bisa beritahu hal-hal konkrit apa yang kamu lakukan sebagai bukti bahwa kamu memang berkomitmen terhadap pasangan. Hal ini harus dilakukan karena kamu tidak bisa mengatur siapa saja laki-laki yang akan bertemu denganmu di lingkungan pekerjaan.


3. Evaluasi perasaan Tia sendiri. Cari tahu apa yang membuat Tia memutuskan menikah dan apa yang membuat Tia takut kehilangan pasangan. Lalu tanyakan juga kepada diri mengenai kesiapan kamu dalam menghabiskan waktu berdua bersama pasangan seumur hidup.


4. Evaluasi hubungan seperti yang terdapat pada artikel.


Rasa cinta biasanya tidak ditunjukkan dengan kekerasan. Apalagi saat menikah, pasangan harus saling terbuka dan menjaga komunikasinya. Itu artinya, pasangan dapat saling membantu dan membangun satu dengan yang lain, bukan saling menyakiti.  Semoga membantu.


Salam.


 


 

Saya sudah sangat sadar kalau pacar saya melakukan kekerasan terhadap saya, saya ingin memutuskan hubungan ini.. Tp dia mengancam bahkan tega akan menyakiti keluarga saya. Apa yang harus saya lakukan?

Avatar Wiwit Puspitasari Dewi

Halo tasya.. Jika sudah sampai pada ancaman seperti ini, akan lebih baik jika kamu juga terbuka dan bercerita kepada keluarga kamu juga. Tujuannya agar mereka mengerti keadaan kamu dan bisa membantu kamu jika ada tindakan yang lebih jauh yang bisa dilakukan pacar kamu. Tetap tenang dan jangan mudah terpancing jika pacar kamu mulai mengancam. Semoga semuanya akan baik-baik saja ya. Salam

apa yang saya baca disini, saya mengalaminya sekrang, pertanyaan pada poin pertma semua jawaban adalah iya dia sangat possesif dan pemarah, dari pertama saya menjalani hubungan dengannya saya merasa takut dan kali ini dia melakukan kekerasan fisik :( tp dia selalu bilang bahwa dia sangat mencintai saya dan ingin menikahi saya, apa yang harus saya lakukan?

Avatar Nurindah Fitria

Dear Tias,

Seperti yang Tias sudah baca di atas, ketika terjadi kekerasan dalam berpacaran, biasanya pasangan akan mengatasnamakan cinta untuk membenarkan perilakunya. Tetapi seperti yang sudah kami sampaikan juga, coba pikirkan kembali, apakah memang orang yang katanya mencintai kita akan melakukan yang demikian. Ketika seseorang mencintai kita seharusnya ia memperlakukan kita secara tulus dan berkata yang baik kepada kita, bukan dengan menjadikan kita sasarannya dan posesif terhadap kita. Wajar Tias takut karena hal yang alamiah untuk takut ketika ada yang mengancam "keberadaan" diri kita. Akan tetapi, ingat kembali hubungan yang sehat tidak akan membuat salah satu pihak merasa terancam, melainkan lebih merasa berharga sebagai seorang manusia. 

Yang dapat Tias lakukan adalah mengevaluasi kembali hubungan, benarkah hubungan demikian yang Tias inginkan, dapatkah hal ini diteruskan apabila Tias sendiri tidak merasa nyaman dengan hubungan tersebut? Jika memang menurut Tias hal ini masih bisa dibicarakan bersamanya, cobalah untuk membahas mengenai tidak nyamannya Tias dengan perlakuannya dengan harapan ia akan mendengarkan dan mencoba memahami apa yang Tias rasakan. Jangan sampai semua ini terlambat dan diteruskan ke dalam jenjang pernikahan. Karena tidak ada jaminan perlakuan demikian tidak akan Tias terima juga setelah menikah nanti. 

Salam

-Psikologi Kita-

Saya(17) baru menginjak 4 bulan dengan pacar saya
Walau begitu Saya sudah mengenal jauh ,keluarganya ,latar belakang ,kelakuannya ,dll
Dia(17) baik ,penyayang binatang ,mau nyapu ,ngepel ,memasak ,mencuci piring ,dll dirumah saya
Dan sangat dewasa .itu yang sangat saya suka dari dia
Tetapi saya merasa takut ketika dia sedang marah .dia tidak dapat mengontrol emosinya.
Dia sering melontarkan kata ''kasar kepada saya jika ada yang tidak berkenan dihatinya ,walaupun itu bukan kesalahan saya
Dia seperti melemparkan amarahnya kepada saya
Dia sering melakukan kekerasan fisik seperti menampar ,mendorong ,mencekik ,memukul ,menunjang ,mengambil semua barang apapun yang ada didekatnya(tidak perduli terbuat dari apa)kemudian melemparnya kearah saya ,dsb
Ketika saya berteriak dan menangis tiba ''saja dia berubah menjadi baik kembali lalu memeluk saya agar tidak menangis kembali dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai saya
Tetapi itu tak berlangaung lama ,setelah saya sudah mulai sedikit tenang dia mulai melanjutkan perbuatannya kembali ,kemudian dia kembali terlihat menyesal dan memeluk menenangkan diri saya dan kemudian dia mengulang kembali ,dan terus menerus cerita yang sama diulang seperti ini
Terkadang saya berpikir apakah pacar saya mengalami kelainan ? Gangguan jiwa / dsb ?

Saya sudah pacaran selama 2th, hubungan kami serius.bahkan sudah sama-sama kenal dengan kedua ortu kita. saya begitu menyayangi dia tetapi dia suka berkata kasar sm saya. Sampai saya menangis, rasany menyiksa batin,menyakitkan hati saya. Dia orangny keras kepala bgt, egois, dia katanya sayang sama tetapi suka berkata kasar. Saya sudah ungkapkan perasaan tdk nyman sy ke dia tetapi dia tidak peduli,malah berkata semua terserah saya. Saya tdk mau kehilangan dia, apa yg harus saya lakukan putuskan hubungan apa tidak?

Begini, saya bingung harus berbuat apa. Mantan pacar saya bukan seseorang yang berterus terang dan saya orangnya sifatnya blak-blakan. Ketika saya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan dia dan dia tak mau berbicara dan memilih pergi, saya punya kecenderungan menahan tangannya sekuat mungkin dan membentak. Terkadang saya mendorong dia secara fisik. Apa yang sebaiknya saya lakukan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari terlebih salah satu orang tua saya memang orang yang keras

Saya sudah pacan slma 4th,tp kitaa sudah pernah melakukan hubungn layaknya suami istri,skrg pcr saya sering berkata kasar pda saya,hgga stiap hri yg ada dihati cuma rasa takut.sebenarnya saya juga sudah kuat menahan smua perbutan yg dia lakukan kpda saya,tp saya juga mnydri saya sgt mncintainya,dan tak ingin kehilangn dia,apalagi dgn keadaanq yg sudah tak prwan lg,stiap kali dia mnta putus sllu saya tolak,krna saya trlanjur sngt mncintainya dan takut jauh dri diaa,tp sy jg sdar,dia tidak prnah mmperlakukan saya dgn baik.saya mnta solusi yg tepat ya,,trimksih

saya perempuan, 21 tahun.
saya punya pacar sudah berhubungan 5 tahun... sifat pacar saya sama seperti yang di tulis, apabila saya tidak menuruti perkataan dia atau di kontak saya ada teman perempuan dia selalu menuduh nuduh saya yang tidak tidak, padahal itu peremupuan. menurut dia, saya dulu melakukan kesalahan karena dia beranggapan saya dekat dengan laki laki, padahal hanya teman. dia sering meng ungkit ungkit kesalahan 3 tahun yang lalu. saya sedikit melakukan kesalahan, di bahasnya sampai dua minggu, kasar dari perkataan dan perilaku juga, sering memukul, bahkan kalau memukul sampai saya lawan karena saya bisa beladiri juga.

tetapi, masalahnya di sini dia kurang mampu dan orangtua saya membiayai dia kuliah...

saya bingung harus melanjutkan atau tidak? di satu sisi orangtua saya sudah percaya, apabila saya harus putus saya sangat menyakiti hati orang tua saya karena uang kuliah itu tidak sdikit...

tolong solusi nya...

Saya bingung ingin bertanya ke siapa setelah mama meninggal?karena saya sulit sekali percaya sama orang lain Sama saudara perempuan saya pun saya tidak percaya.saya sudah menjalnin pacaran sekitar 10 bulan Kita beda negara n agama.kita sempat hub jrak jauh 2blan itu moment yg sngat berat buat kami tapi skg bru 2 mingguan kt sama" dia udah mulai Kasar lagi dng aku.2 Mlam yg lalu kt berantem dia mukul smpe memar n mejambak rambut ku.kmrn aku sempat berpikir ingin menikah Dan dia bilang Mau.tapi skg aku tidak Mau melanjutkan hub ini krna bkn yg prtma dia mukul aku Dan dia beralasan tdk Mau nikah Jika dia ke agama ku.aku mencintainy tapi aku benci kekerasan n ingat perkataan mama sblum meninggal mama hanya ingin pasangan anakny seiman..aku sangat bingung skr krna ga bisa kompromi lagi sm mama n mana yg terbaik..aku hanya ingin lepas Dan lupa semua tentang Kita baik or sakit nya.tapi posisiny skg aku ga ad pekerjaan,uang n Tempat tinggal bila pergi dari dia?dia tidak ingin aku pergi:(....thanks...:(

Tolong saya.. saya mengalami hal ini.. Bahkan saya di ancam akan di bunuh ketika dy marah. saya pernah di tampar, di pukul hingga lebam, di cekik hingga di banting dg pacar saya.
saya tau saya bodoh mempertahankan dia, tp saya tidak bs mninggalkan dy karena saya sangat pdulinpd khidupan ny.
saya tau ayahnya jg suka main fisik pd ibu ny..
saya tidak punya teman curhat. Bahkan saya tidak berani bercerita pd kluarga saya karena kluarga saya sudah sgt stuju saya dg dia. Dan saya pun jg sangat mmbanggakan dia di dpan orgtua saya. Namun mereka tidak tahu tekanan batin saya.
Saya yg dulu ny suka bergaul dg siapapun, skrg tidak pny siapa2 lg slain dia. Itu karena dy selalu mengusik saya ketika saya menghabiskan wakti dg teman2 saya.Saya skrg sdg merantau di luar kota karena kuliah. Saya hanya seorang diri d sini. Saya satu kampus dan sekelas dg dia.
saya bnar2 tertekan batin.
Kdg saya berpikir, benarkah tindakan saya mempertahankan dia karena saya peduli? Sampai2 saya yg harus menahan ini smua..
Saya tidak punya tempat untuk curhat.

Tolong saya.. saya mengalami hal ini.. Bahkan saya di ancam akan di bunuh ketika dy marah. saya pernah di tampar, di pukul hingga lebam, di cekik hingga di banting dg pacar saya.
saya tau saya bodoh mempertahankan dia, tp saya tidak bs mninggalkan dy karena saya sangat pdulinpd khidupan ny.
saya tau ayahnya jg suka main fisik pd ibu ny..
saya tidak punya teman curhat. Bahkan saya tidak berani bercerita pd kluarga saya karena kluarga saya sudah sgt stuju saya dg dia. Dan saya pun jg sangat mmbanggakan dia di dpan orgtua saya. Namun mereka tidak tahu tekanan batin saya.
Saya yg dulu ny suka bergaul dg siapapun, skrg tidak pny siapa2 lg slain dia. Itu karena dy selalu mengusik saya ketika saya menghabiskan wakti dg teman2 saya.Saya skrg sdg merantau di luar kota karena kuliah. Saya hanya seorang diri d sini. Saya satu kampus dan sekelas dg dia.
saya bnar2 tertekan batin.
Kdg saya berpikir, benarkah tindakan saya mempertahankan dia karena saya peduli? Sampai2 saya yg harus menahan ini smua..
Saya tidak punya tempat untuk curhat.

begini sya sdah pcran krang lbih 4 thn,sya slalu mendptkn prlakuan kurang nyaman,dia slalu mukul,tampar,hina pda wktu dy mrah,.aku hrus gmna?tolong di jawab

saya mengalami hal tersebut. saya ingin sekali merubah perlakuan pacar saya itu,kebiasaan dia yg suka memukul, memaki.bahkan dia jg pernah menampar saya di dpn teman temannya.juga memaki saya. dan hal itu terjadi bila saya berbuat kesalahan, wlaupun itu kesalahan kecil dan dia trus melonjak emosi. dan 1 hal lagi terkadang dia kasar bila ingat masa lalu saya yg dulu dengan pacar pacar saya. saya ingin semua kembali normal dan cerita masa lalu itu tidak pernah di ingat lagi sehingga tdak timbul kekasaran. dan satu lagi setelah kita bertengkar dan dia kasar kepada saya,dia menyesal dan menangis.dan saya selalu berkata putus,tapi dia tak terima dan mencoba mengambil alquran tuk saya bersumpah kalau ingin meninggalkan dia.saya seperti itu karna tdk tahan dgn sifat kasar dia.1 sisi saya sayang dgnnya,dan saya dgn keluarga dia sudah dekat.hubungan kami juga sudah 1 tahun lebih.terima kasih .lila di medan:)

Saya sudah berpacaran 2 tahun..dan pacar sy selalu kasar kepada saya. Secara fisika/mental. Tetapi saya takut meninggalkannya karena dia selalu memgancam bahwa kalo saya meninggalkan dia, dia akan mengasihtaukan keluarga saya jika saya sudah tidak perawan.. Saya takut, saya harus bagaimana? Jawab plis

Tahun ini sy akan berusia 31th. Dan sy skr menjalin hub dengan seorang pria, sudah hampir 2 th ini. Dari awal pacaran sy sudah menegaskan kalau sy berniat untuk hubungan yang serius untuk pernikahan. Dan dia mengatakan dia juga mencari hal yang sama. Selama hampir 2 tahun..sy tau betul kalo karakter pacar sy adalah pemarah. Dan dia menganggap seorang wanita itu harus patuh dan tidak boleh melawan apa yang pria katakan. Saya org jawa..dan paham betul ttg budaya jawa yg demikian.Tapi dalam kasus kami...hampir setiap kali saya berusaha untuk sharing mengenai hubungan kita..selalu berakhir dengan petengkaran. Dan ujung2nya sy yg disalahkan karena dianggap melawan. Padahal sy cm mau dia mendengarkan dl.
Setiap kali marah..kadang sy tdk mengerti apa yg membuat dia marah..dan itu dianggap sebagai ketidak pedulian sy thd orang lain.
Sekali dia marah..dia selalu berkata kasar dan ntah bagaimana sy seperti melihat org lain yg berbeda. Seperti orang yg tidak saya kenal. Dia tega mengatakan hal2 yabg tdk pernah terpikirkan oleh sy utk sy ucapkan ke dia.
Bahkan untuk pertama kali nya dlm hub kami..dan untuk pertama kalinya dalam hidup sy..beberapa hari kmrn dia sudah berani menyakiti sy secara fisik. menendang, mendorong, membungkam mulut saya, bahkan menampar sy. Sy shock, dan tdk bs berbuat apa2. Dia mengatakan ingin pisah, karena takut suatu saat dia tdk bs menahan utk berbuat sama lg.
jujur sy tdk seberani itu utk meninggalkan dia krn banyak faktor:
1. Karena org tua sy sdh berharap bnyk sy akan menikah dengan dia. Selama ini dia selalu tampil sangat bauk didepan keluarga saya .
2. Karena usia sy, tdk mgkn bagi sy utk berspekulasi lagi mencari hub baru. Saya sdh lelah dengan pertanyaan kapan menikah dsb. (Sy tdk bs membayangkan bagaimana sy harus menjawab ketika sy benar2 jomblo diusia skr)
3. Karena sudah terlalu banyak hal yg kami jalani berdua dengan asumsi kami memang akan benar2 menikah. Seperti misalnya pemakaian cc, pinjaman di bank dsb. Kami merencanakan bersama dan menyelesaikan bersama.
4. Karena sy masih berharap dia akan berubah (mungkin itu karena sy mencintai dia)

Beberapa hari ini sy banyak diam. Sedih melihat memar yang dia akibatkan. Saya tahu pasti..hubungan ini sudah tidak sehat. Tapi tidak bisa berbuat banyak. Mohon pencerahannya...

Saya sdh pacaran sm pacar saya lebih dari 5 tahun, kalau yg saya baca artikel ini, pacar saya ketika dia marah, dia sering brbicara kasar dan memukul barang yg ada di dekat nya, bahkan sering berbicara saya ini orang nya tega dan pernah dy mencerca saya kl saya atheis karena sdh berbohong kepadanya, saya tau saya salah , saya jg sring menyulut amarah nya , tapi saya kesel dg kelakuannya sering begitu. Tapi saya sayng bget sm dia, saya sdh dekat sekali dengan nya. Tp saya tidak tahan dg semua ini, apa yg harus saya lakukan? Saya tidak mau putus dg nya krna sdh serius .

saya sudah 2 setengah thun pcaran..
saya sering melakukan kekerasan fisik terhadap pcar saya...
nmun dia jarang sekali untuk melawan saya..
apa yang harus saya lakukan untuk menghindari perlakuan keras pada pcar saya
mhon infonya...
trimaksih..

Saya sudah pacaran 4th,, dan sudah punya rencana lamaran dan menikah tahun depan,,tp 2th terakhir ini dia kalau bertengkar hampir main fiski ke saya, cuma setelah dia melakukan itu dia selalu menyesal dan menyalah"kan diri sendiri bahkan sampai menangis,,, akhirnya saya maafkan semua kelakuan dia dengan harapan akan berubah dan tidak seperti itu lagi,, dan akhirnya kejadian itu terulang lg,, balik lagi saya maafkan karna saya masih merasa dia akan berubah dan saya sayang dia,, tapi lama kelamaan saya pun tidak kuat saya merasa dia terlalu mengabaikan janji tidak akan mengulangi lg,, saya benar" meminta pisah dan intropeksi diri masing" ,, balik lagi karna saya sayang dia kadang ada rasa ingin kembali banyak yg menyayangkan keputusan saya,, saya bingung apakah seandainya saya maafkan lg kelakuan dia, dia akan benar" akan berubah atau tidak??? sebenarnya yg seperti itu bisa berubah atau tidak ya?

saya sudah mengenalnya selama 1 tahun , pada awalnya saya berfikir dia adalah orang yang berbeda dari pria lainnya, lambat laun kami menjalin hubungan dia mulai memaksa saya untuk melakukan hubungan sex, beberapa waktu saya menolak karena saya tidak mau melakukannya sebelum menikah, namun dya janji akan menikahi saya tapi tidak pada waktu itu, karena org tuannya menuntutnya mencari pasangan yang bertitle S1, sedangkan saya masih duduk di bangku kuliah,dya juga mengajak saya nikah sirih dan membelikan cincin saya sebagai tanda bahwa dya berjanji akan bertgg jwb jika saya kenapa - kenapa, saya ttp tidak mau dan sampai pada akhirnya dya mengancam putus dan akan kembali ke semarang tempat tinggalnya, akhirnya karena saya begitu mencintainya saya menuruti kemauannya, akhirnya saya berhubungan badan dengannya, dya juga sempat menyewa rumah kontrakan selama dua bulan. sampai tiba saatnya hubungan kami diketahui oleh kedua org tua kami, org tua saya begitu marah dan kecewa terhadap saya dan dia, dan pada akhirnya dya tidak mau mengakui kesalahannya bahwa dya telah memaksa saya untuk berhubungan badan dengannya, saya bgg campur aduk perasaan saya, marah,kesal smua jadi satu terhadapnya sempat 5 bulan kami tidak bertemu karena dilarang oleh org tuanya, org tuax berjanji akan menikahkan kami tapi dalam jangka 1 tahun dengan membuat pernyataan diatas materai, setelah mengalami pristiwa ini saya merasa psikis saya terggu karena terbayang - bayang bagaimana jika dya tidak mau brtgg jawab atas apa yg telah dya lakukan terhadap saya. saya begitu mencitainya, setelah 5 bulan kami bertemu lagi dan dya memaksa saya untuk melakukan sex lagi, saya menolak dengan beralasan dulu saja kamu tidak mau mengakui apalagi jika kita melakukannya lagi dan saya hamil?? dya ttp memaksa saya dengan mengancam putus komunikasi lagi jika saya tidak mau menuruti apa katanya, dan saya pun menuruti lagi permintaanya. setelah itu ketika kami kembali berkomunikasi namun stiap kali saya hubungi di Sosial media Chat ataupun BBM dya selalu mengatakan bahwa dya sibuk dan banyka kerjaan tapi waktu mlm itu saya jln bersamanya dicafe dan saya melihat isi handphonenya ada 156 chat dengan wanita di BBM, saya kembali kecewa dan menangis karena hal tersebut saya pun memaki - maki dya lewat SMS namun tidak ada blasan hingga saat ini, saya harus bagaimana menghadapi dya, saya mau hubungan ini dibawah serius bukan main2, saya mau tgg jawabnya, saya tidak ingin dya trus terusan melakukan kekerasan seksual dan Psikis terhadap saya,,,, :'( mohon arahannya

Yaudah sih tinggalin aja lelaki macam tu, gk usah bodoh2 amat jd cewe mbak. Udah jelas tuh cowo cm mau enaknya aja -_- kyk gk ada cowo lain aja -_-

Baca iniii, aku baca sambil nangis. Kenapa perempuan begitu di remehkan sama lakilaki. Saya nangis karena cerita cerita diatas mirip dengan apa yang saya alami.
Sebelum punya pacar, saya punya banyak teman hidup nyaman sama keluarga. Setelah datang seseorang yang saya pikir bakal menyempurnakan hidup saya, ternyata salah. Saya dijauhkan dari teman teman saya, keluarga saya sering dia hina. Ga cuma sekali dua kali omongan bahasa kasar sering keluar dari mulutnya untuk menyudutkan saya, tamparan, pukulan. Pernah sampe mimisan dan memar dikepala karena dipukul keras. Rasanya capeeeeeee ngehadepinnya. Pernah terlintas dipikiran mending saya mati. Dari pada hidup saya ga punya temen, saya hidup dengan orang yang suka nyiksa. Saya manusia saya punya perasaan saya punya masa depan. Tapi kalo diawal saya udah dijatuhin dihina disiksa. Buat apa coba bertahan dan terus bertahan.
Didepan keluarga dia begitu keliatan ramah, sampe kedua orangtua saya respect dan ga keliatan kaya orang yang suka siksa saya. Tapi dibelakang itu batin saya tertekan.
Ga cuma mental dan fisik saya yangdia sudutkan, karena dia suka bayarin saya makan atau mengeluarkan uang untuk saya, semua itu diperhtunkan, padahal ga pernah saya minta sesuatu apapun, padahal dia aja yang mau ngasih.

Aku capeeeeeeee, cape lahir batin. Kalo bisa gila aku mending gila ajaaa, biar lupa ingatan sama semua iniiii.
Capeeeeee!!!

halo..nama saya Linda..saya pcran udh 2thn lebih..pacar saya sering sekali memalukan tindakan kasar..suka memukul kepala...muka saya di tonjok menendang say..dan msh byk hal..yg memicu pertengkaran krn pacar saya sering berselingkuh dgn wanita lain...stia kali saya mengetahui hal itu...otomatis saya mnta putus..ketika saya mnta putus...pcar saya lngsung bersikap kasar trhadap saya...memperlakukan saya seperti binatang..stiap kali saya nagis d depan dya...dya pasti akan tambah mth dan makin menghajar saya smpe hbis-hbisan...sring kali saya putusin dia krn perlakuan dia..dia mengancam bkal membakar rmh saya...ato akan langsung samperin saya k kmpus ato k rmh..beribu cara saya untuk mnta putus dgn cara baik" ttep saya akan di incer...k mnapun saya pergi...bs ksh solusi tdk? bgaimana cara biar saya bisa lepas dri cwo biadab itu....mohon saran'y..

Avatar Nurindah Fitria

caranya biar lepas tentu saja melepaskan diri dari semua koneksi yang berkaitan dengan orang tersebut. Dengan demikian, dia tidak akan mendekati ataupun berhubungan dengan kita lagi. Tegas kepadanya menunjukkan bahwa kamu memiliki sikap terhadapnya.

Halo mbak .. Saya sudah pacaran 1 tahun 7 bulan mbak sm pcr saya, selama saya pacaran dengannya saya banyak diatur dan dilarang sm dy mbak ... Kepercayaanx sm skali tdk ada mbak sm sa ... Awal kita pcrn dy baik skali sm sa mbak , dy nda prnh larang sa ini itu , dy nda prnh atur" sa dan dy percaya sm sa mbak ... Tp lama kelamaan semuax hilang mbak ...
1. Dia larang sa brteman sm pria lain/tmn pria
2. Semua medsos sa di suruh hapus krna dy nda mw ada pria lain yg chat sa mbak ..
3. Dia larang sa klwr sdkit pun dr rmh , utk melangkahkan kaki dr rmh pun sm skali nda bs mbak .. Mau kluar sm kluarga pun dy mrh mbak ... Dy nda mau skali sa klwr tanpa dy mbak ...
4. Dia larang sa klwr sm tmn" ku mbak ..
5. Dia nda suka klw sa liat pria lain sdkit pun bila lg jln" dgn dy maupun sapapun mbak ... Dia mau klw jln" , mata ku harus lyad prempuan saja .. Dia nda suka sa liat laki" ...
6. Dia skrg sdh brani bentak sa d dpan kluargax mbak ..
7. Sifatx keras , tukang mrh , dan cpt emosi mbak .. Dan klw lg mrh dan emosi , dy nda bs mengontrol emosix mbak .. Smpai sa prnh d bantingkan pintu mobil dgn keras dgnx mbak .. Sa btul" merasa tdk dihargai ..
8. Dia tdk ingin skali sa klwr tnpa dia mbak .. Jd klw sa mau prg bribadah , prg sm tmn" , prg sm kluarga , prg k kluarga dll dia hrs ikut ... Bila dy sedang sibuk dan tdk bs klwr , sa pun hrs nda bs klwr mbak ...
Apa yg harus sa lakukan mbak dgn sifat pacar sa ini ? Sa ingin dia mengubah sifatx mbak tp sa tdk tau apa dy bs ubah sifatx demi sa atau tdk mbak ? Apa sa hrs putuskan dy saja mbak atau berikan dy kesempatan utk mengubah sifatx mbak ?? Sy ingin skali cerita k dy tntg perasaan ku yg tdk nyaman ini mbak tp sa takut dy mrh mbak .. Sy sayang dy mbak tp sy mau dy percaya sa sepenuhx mbak ... Tolong bantu sa mbak , apa yg harus sa lakukan ?

Selamat Sore semua pembaca dimana pun kalian berada
Saya mungkin satu dari sekian banyak perempuan yang mengalami gangguan mental karena cinta..
saya mengenal seorang laki2 dan setelah 4 bulan pendekatan kami memutuskan untuk menjalin hubungan , hubungan yang kami jalani adalah
Hubungan yang serius...pada awalnya dia sangatlah baik, tidak ada sedikit pun hal yang menampakan tentang kekejaman nya..perlahan semua nya terungkap, ternyata dia seorang pria abused.. laki2 yang sangat kejam, seperti yg diatas, tetapi setelah berbuat kasar dia tidak akan merasa sedikit pun, saya sering menangisi perbuatan nya, tetapi dia berkata "SUDAHLAH JANGAN MEMANGIS, AIR MATA MU TIDAK ADA ARTINYA" Betapa hancur perasaan saya seketika..terlebih dia pernah mengatakan "AIR MATA MU AIR MATA BUAYA" Sedih bukan main , terkadang saya beranggapan apakah dunia tidak berpihak pada saya ??? Saya selalu komunikasikan dengan Tuhan tentang hal ini,Krena dialah pemilik hati semua manusia.

Kirim komentar

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.