STOP Kekerasan dalam Hubungan Pacaran

Kategori: 

“Pokoknya kamu ngga boleh dekat sama teman laki-laki kamu.. aku ngga suka.. awas kalau sampai aku tahu ya”

”Gitu aja ngga bisa, bodoh banget sih kamu”

”Aku laki-laki, dan kamu perempuan..seharusnya perempuan itu tunduk di bawah laki-laki. Kalau kamu ngga ikut apa yang aku bilang, lebih baik kita putus”


Saat berpacaran, seharusnya kita merasa bahagia. Namun ada hubungan berpacaran yang tidak berjalan dengan mulus sehingga kalimat bernada merendahkan atau mengancam seperti kalimat di atas kerap kali diucapkan oleh pacar kepada kita. Mungkin tidak hanya melalui ucapan, namun pacar juga melakukan tindakan kasar saat kita tidak melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Lebih jauh lagi, pacar memaksa kita melakukan hubungan seksual yang tidak kita inginkan. Jika hubungan pacaran seperti ini tentu saja tidak membuat kita merasa bahagia, melainkan justru membuat kita merasa ketakutan dan tidak berdaya.

Salah seorang remaja yang pernah saya temui mengungkapkan bahwa pacarnya seringkali memeriksa handphone-nya, bahkan mencetak catatan pemakaian teleponnya. Jika pacarnya menemukan ada pesan singkat dari laki-laki, maka pesan itu akan dihapus. Jika pacarnya menemukan nomor asing di hp-nya, maka ia akan menelepon nomor tersebut. Remaja tersebut mengaku sangat kesal namun tidak dapat melawan. Pacarnya menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena ia mau berhubungan dengan serius. Ya, memang terkadang kita tidak menyadari perilaku pacar ternyata sudah masuk ke dalam kekerasan karena dianggap bahwa itu adalah bentuk tanda cinta. Selain itu kita juga tidak sadar karena perilaku itu belum mengancam fisik kita atau kita tidak banyak tahu informasi mengenai kekerasan. Walaupun perilaku pacar belum mengancam fisik, tidak ada salahnya kita harus waspada dengan bentuk-bentuk kekerasan yang bisa dilakukan pacar terhadap kita.  

Pada umumnya jenis kekerasan yang sering terjadi dalam hubungan pacaran dapat dibagi menjadi kekerasan psikis/verbal, fisik, serta seksual. Semua jenis kekerasan ini memiliki satu hal yang sama, yaitu memperlihatkan adanya KEKUATAN dan KONTROL pada pihak/pasangan yang menjadi pelaku kekerasan.

  1. Kekerasan psikis/verbal

    Kekerasan ini betujuan menurunkan keberhargaan diri seseorang, menimbulkan ketakutan, perasaan tertekan dan tidak berdaya. Perilaku yang muncul cenderung menunjukkan kecemburuan, posesif, dan pengendalian seperti memanggil nama pasangan dengan sebutan negatif (bodoh, jelek), cemburu berlebihan, dihina, diancam, dilarang berhubungan dengan teman, menggunakan handphone untuk mengecek pasangan sesering mungkin. Bentuk kekerasan ini sering terjadi namun jarang disadari sebagai kekerasan.


  2. Kekerasan fisik

    Kekerasan ini bertujuan untuk menyakiti pasangan dan mengakibatkan luka yang mudah terlihat. Biasanya kekerasan ini sudah terlebih dulu diawali dengan sejarah kekerasan psikis. Perilakunya diantaranya seperti mendorong, memukul, menjambak, menganiaya tubuh, mencekik, atau memaksa pasangan pergi ke tempat yang membahayakan dirinya.


  3. Kekerasan seksual

    Kekerasan ini terlihat dari rabaan atau sentuhan pada tubuh yang tidak dikehendaki, ciuman yang tidak kehendaki, pelecehan seksual, pemaksaan fisik untuk melakukan hubungan seksual, atau mengancam akan meninggalkan pasangan dan memanipulasi dengan paksa untuk melakukan hubungan seksual. 


Secara umum memang laki-laki lebih sering diketahui melakukan kekerasan ini dibandingkan perempuan. Namun jangan salah, pada kenyataannya perempuan juga bisa menjadi pelakunya lho. Kekerasan dalam hubungan pacaran ini perlu mendapatkan perhatian oleh kita, terutama remaja, yang mulai berpacaran. Kenapa? Karena ternyata mengakibatkan dampak negatif pada orang-orang yang menjadi korban. Dampak yang paling mudah terlihat oleh mata kita adalah dampak fisik berupa memar atau luka ringan hingga yang paling parah adalah kematian. Selain itu dampak yang juga bisa dialami adalah dampak psikologis. Dampak psikologis ini juga bermacam-macam, mulai dari turunnya kepercayaan diri kita, gangguan dalam emosi (mengalami emosi sedih dan marah), depresi, hingga mengalami reaksi stres pascatrauma.

Oleh karena itu, untuk menghindari adanya rangkaian kekerasan dalam hubungan pacaran, teman-teman remaja dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Mengenali pasangan dan hubungan berpacaran yang sedang dijalani

    Mengenali siapa pacar kita merupakan cara yang paling tepat untuk menghindari kekerasan. Sebelum memutuskan berpacaran, sebaiknya ketahui perilaku calon pacar serta kebiasaan baik dan buruknya. Saat sudah berpacaran, kenali hubungan dengan menanyakan hal ini pada diri sendiri: Apakah pacar sangat pencemburu, terutama jika kamu tidak berada di sampingnya? Apakah ia sering menuntut kamu melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan? Apakah pacar melarang kamu untuk berhubungan dengan teman-teman kita? Apakah emosi pacar naik turun dan mudah marah? Apakah kamu merasa ketakutan jika pacar anda marah? Apakah ia dengan mudah mengatakan hal negatif tentang kamu (misalnya: menyebut kamu bodoh, tidak berguna, dll)? Apakah pacar bisa tampil menjadi dua orang yang berbeda, sesaat ia memukul dan memaki, namun kemudian akan meminta maaf dan memohon pada kamu untuk kembali padanya? Apakah pasangan sering mengatakan bahwa ia melakukan itu semua demi kebaikanmu? Jika teman-teman menjawab YA pada satu atau lebih pernyataan tersebut, maka ada kemungkinan bahwa teman-teman berada dalam hubungan kekerasan.


  2. Bersikap asertif dengan menyatakan keberatan atau berani berkata ”Tidak” saat pasangan mulai memaksa melakukan sesuatu yang tidak kita suka dan tidak sepantasnya

    Cobalah untuk mengungkapkan pendapat atau keberatan kamu kepada pasangan dengan cara yang tepat. Beritahu dengan tenang perilaku yang seperti apa yang tidak kamu sukai beserta alasannya. Setelah itu ungkapkan harapanmu terhadap pacar. Harus sama-sama kita ingat bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Perilaku yang dipaksakan oleh orang lain dan memiliki konsekuensi negatif seharusnya tidak kita lakukan. Dengan berani bersikap, kita juga memiliki kontrol atas diri kita sendiri dan tidak cenderung didominasi oleh pasangan.


  3. Mencari dukungan sosial dari pihak yang dipercaya jika perilaku pasangan mulai membuat kita ketakutan.

    Kekerasan secara psikis biasanya lebih sulit diketahui oleh orang lain karena dampaknya tidak mudah terlihat. Bagi teman-teman yang menyadari perilaku pasangan mulai mengganggu atau mengancam diri, cobalah untuk berkomunikasi secara terbuka pada pihak yang dapat dipercaya seperti orang tua atau sahabat. Hal ini bisa membantu kita mendapatkan masukan mengenai apa yang harus dilakukan. Jika merasa bahwa dampak yang dialami sudah semakin parah dan teman-teman merasa butuh cerita ke pihak yang lebih ahli, maka teman-teman dapat mendatangi psikolog untuk konseling.


  4. Evaluasi kelanjutan hubungan pacaran.

    Hubungan yang sehat adalah hubungan yang terbuka, setara (tidak ada yang mendominasi), saling mendukung, serta membuat individu berbahagia. Jika teman-teman ternyata masuk ke dalam hubungan yang rentan dengan kekerasan dan masih ragu untuk memutuskan apakah hubungan harus diteruskan atau tidak, tanyakan hal-hal berikut ini kepada diri: Apakah hubungan yang didasari cinta harus mendatangkan ketakutan pada diri kamu? Apakah normal jika kamu terus menangis atau sedih karena perilaku yang dilakukan pasangan? Apakah pantas jika pasangan membuatmu merasa rendah diri? Apakah yang dilakukan pasangan merupakan perilaku yang didasari rasa cinta? Jika kebanyakan jawaban adalah TIDAK, maka teman-teman tidak perlu khawatir untuk berhenti dalam hubungan tersebut. Ingat bahwa kita punya hak untuk menjadi bahagia dan kekerasan bukan hal yang pantas dilakukan di dalam sebuah hubungan. 


Artikel terkait: 

Komentar

saya umul fatihah umur 22 tahun saya baru menjalani pacaran dengan pria berumur 23 thn selama 1thn lebih. awalnya manis tapi lama kelamaan terlihat kasar kepada saya. kasarnya disini adalah dengan kata2nya yang keras terhadap saya, dia pernah blg jika saya keras kepadanya dia akan semakin keras. jika lenbut mka dia lembut juga, saya kadang merasa tertekan apabila dia keras thdp saya dengan perkataannya dgn nada tinggi. lalu apa yang harus saya lakukan apakah saya harus mengalah terus ataukah lebih baik berpisah? trimakasih sblmnya :)

Avatar Sarwendah Indrarani

Halo Umul Fatihah, 

Keputusan untuk meneruskan hubungan kembali  atau berpisah, Umul sendiri yang dapat memutuskannya. Umul pertimbangkan kembali apakah bersamanya lebih banyak mendapatkan kebahagiaan ataukah keburukan. Hanya karena Umul menjalin hubungan dengannya, tidaklah menjadi syarat mutlak Umul harus selalu menuruti perkataannya yang tidak baik. Berpikirlah secara rasional untuk mendapatkan keputusan yang baik. Kehidupan Umul masih panjang untuk ke depannya, dan tidak ada yang tahu apa yang akan Umul temui nantinya. Jadi, percaya dan bersikap positiflah kepada dirimu sendiri karena Umul lebih berharga dari sekedar menjadi objek kekerasannya. 

 

Salam 

Psikologi Kita 

Apa yang tertulis diatas, sama seperti karakter saya, tapi saya mau berubah, saya mau berubah demi dia, saya takut kehilangan pacar saya, tapi orang tuanya gak percaya kalau saya bisa berubah, katanya kalau yang udah mukul pasti bakalan mukul terus, makanya saya sama dia gak bisa di restuin oleh orang tuanya, tapi dari hati yang paling dalam saya ingin berubah, saya jadi trauma dengan perilaku saya ke dia yang biasa main fisik, saya takut ingin menyakiti dia lagi, saya mau berubah karena perilaku saya yang tidak bisa melindungi perempuan, apa yang harus saya lakukan agar orang tua dia bisa percaya kepada saya ?

Avatar Sarwendah Indrarani

Halo Reza,

hal yang dapat Reza lakukan adalah membuktikan bahwa Reza tidak melakukan kekerasan lagi. Segera temui psikolog terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terutama mencari tahu mengapa Reza melakukan kekerasan dan bagaimana menghentikan perilaku tersebut. 

Salam 

Psikologi Kita 

saya juga mengalami nya , ketika dia ketahuan berbohong tapi dia gak pernah mau ngakui kesalahan nya dan knpa akhir nya saya yang kena pukulan, tendangan dan tamparan dia, pertama pacran dia gak kaya gitu tapi smakin sini dia semakin membuat saya terluka apa karna dia tau saya terlalu sayang dia jadi dia seenak nya sama sya , dan satu hal lagi di saat dia yg salah dan selalu ada kekerasan fisik d setiap pertengkaran tapi knpa hrs saya yg meminta maaf .. saat saya sudah sakit menahan pukulan" itu dia seperti tdk ada salah bahkan meminta maaf pun tdk prnah ? tapi d sisi lain kalo gak bertengkar dia itu kaya yg syg bngt sama saya bahkan dia ingin cpt menikahi saya , aneh nya saat bertengar rasa sayg dia kesaya itu kaya hilng gtu aja .. saya ingin ttap bertahan tapi ingin dia brubah . apa yg hrs saya lakukan

Sy punya pacar dan kami sdh jalan 1 stengah tahun, smnjak pacaran saya selalu overprotektif trhadap dia dr mulai ngecek hp, pesan ga dibales dlm hitungan menit marah, ketika hubungan km mencapai 1 tahun, sy berasa ada yg aneh dgn pcr sy, dia mulai tdk bgtu prhatian, dan bberapa bln kemudian ia meminta sy untuk break tp bukan break up katanya, nah selama break sy ttp komunikasi dgn dia walau jrg, ga smpe sebulan dia ngajak balikan, ketika km menjalin hubungan tdk sengaja sy membaca chat d fbnya dia,
Dia blg klo dia sdh ptus dgn sy kepada cwe yg dlu pernah ngejer2 dia, dan kedua dia kirim foto dia sm mantannya berdua ke sahabatnya di facebook trus dia blg 'dunia ini sempit ya'
Dia sperti itu ketika kami dalam masa break
Dan setelah km kembali pcrn dia ngeblok mantan dia yg foto berdua itu

Sy minta kejelasan dari dia katanya terpaksa melakukan hal itu karena dia dideketin mantan itu dan dia merasa dimanfaatin jd dia spt bls dendam

Sebelum masalah ini terjadi
Sy merasakan pasangan sy menjadi tidak bs mengontrol emosinya ia lbh cpt marah
Pdhl sy sudah merubah sikap sy yg protektif dan ketika masalah yg td terjadi pasangan sy makin tempramental selama ia begitu sy selalu mengalah dan sy blg sy salah sy mnta maaf dkk
Dan dia selalu mengancam hubungan kami

Saya sgt syg sm dia sy dr awal sdh komitmen akan serius pcrn dgn dia
Lalu apa yang hrs sy lakukan agar dia berubah?

Tlg direspon karena saya dilanda kebingungan dan ketakutan
Trima kasih.

Saya baru berpacaran hampir 4bln awalnya semua sangat baik yg awalnya saya kira dia bukan org yg emosi tp ada satu masalah awalnya dimna dia mengira saya ada cht dengan org lain saat itu juga dia minta jumpa tp bukannya makin baik dia jumpain saya buat mencekik saya tp setelah itu minta maaf minta mohon" nangis" nelfon" orgtua saya disitu saya blm kasih tau oegrua saya dan saya bri kesempatan hingga ini kesempatan terakhir kli buatnya ini sudah ke 5 kl dia melakukan saya dengn kasar saya sudah tdak tahan lagi dengan sikapnya saya memilih mengakhiri hubungan dengan tp dia seperti org gak punya masalah dia terus mendatangi rumah saya biarpun orgtua saya tau apa yg udh dia lakuin menurut mba saya harus gimna ya?

Saya sudah pacaran selama kurang lebih 2 tahun , dari awal saya paham bagaimana sikap n sifat pacar saya
Prtma pcran dia lembut banget penyayang ,membentak aku pun g pernah , dia selalu mengajak saya berbicara dengan dewasa , menegur saya dengan baik2 jika saya mempunyai salah
Tapi bertmbaahx usia hubungan saya yg semakin lama ini dia semakin menunjukkan keegoisanx dan menunjukkan watak kerasx
Tadi mlm kita bertengkar masalah sepele , itu lah yg membuat saya kaget ,dia tiba2 menonjok muka saya , dengan marah2
Dia laki-laki pertama yg berani memukul saya
Apa saya pantas untuk mempercayai dia untuk menjadi pasangan hidup saya ?
Semakin lama ketika qt bertengkar dia semakin menunjukkan sifat aslix ,yaitu kasar
Ketika saya yg marah dia terkadang tidak terima
Dia sering merendahkan saya , seenaknya
Mohon jawabannya , apa yang bisa saya perbuat saat ini ? Apa saya harus melepaskan dia
Dia baik ,baik banget , perhatian ,penyanyang juga ,dia juga nurut ,dia juga gak pernah mengkhianati saya dengan cewek lain selama 2 tahun ini
Tapi knpa semakin lamanya umur hubungan kita dia semakin kasar dan sering marah2

bagaimana saya harus mengubah nya? terkadang emosi ini sangat susah untuk dikontrol,, bagaimana untuk perubahan yang harus saya lakukan?

Selamat siang, saya ada pertanyaan, saya sedang berhubungan jarak jauh dengan seorang pria dari luar negeri, kami sudah jalan 10 bulan, dia sejak awal mengajak saya untuk menikah, dan saya setuju, tp karna masalah keuangan dia, kami pun belum bisa menikah, tp akhir2nya kami sering bertengkar, masalahnya sepele, karna saya cemburu. Dia tidak pernah2 ngapa2in, dan dia juga bilaang begitu, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan saya sering di abaikan, terakhir kami berantem hebat, dan saya memblock semua akses ke dia. Tp saya sangat cinta dia, dan saya lepas block dia. Dan saya bilang seperti ini, "aku sangat cinta kamu dan snagat takut kehilangan kamu, tp dilain pihak, aku ingin kamu bahagia, aku tidak ingin kamu kesakitan karna rindu akan seorang istri, aku akan mencoba untuk ikhlas jika kamu memilih wanita lain, walau itu sangat menyakitkan aku dan membuat aku seakan mati" dia tidak menjawab. Dan aku mencoba men- add dia di FB lagi, tp dia cuek. Malah dia menambah pertemanan dengan dengan seorang cewek cantik yang berasal dari pertemanan temen akrab dia. Sedangkan add aku dia cuek, aku terluka karna nya, kemudian aku mempertanyakan ke dia siapa aja cewek2 single di FB friends dia, padahal aku tujukan ke salah satu orang yg terakhir dia add. Dia ga mau jawab, dia bilang ga suka dengan conversations itu, dia bilang aku tidak punya hak atas itu, dan dia sudah muak, dia bilang, orang2 bisa saja punya temen dia di facebook, apa itu friends, sisters atau lainnya... aku cukup puas sengan jawabanny walau aku tetep cemburu dengan cewek yg dia add terakhir dan aku di cuekin itu...saya kasih tahu, kami sepakat untuk menikah..dan dia kekasih saya. Ada apa sebenarnya semua ini, mohon pencerahannya. Terima kasih...

Halo nm sy sandika. Sy punya pcr yang karakternya susah ditebak. Dia terkdg humoris, baik hati, pendiam (klo ada mslh jrg mau berceta dan memilih untuk menyelesaikan mslhnya itu sendiri). Kami trkdg sering cekcok mulut krn beda pendapat atau kesalahpahaman. Terkdg kami bsa kontrol dan slh stu dr kami mengalah, kami sama2 berwatak keras. Namun ada sisi lain dr tunangan sy, jk dia marah n kondisi banyak mslh ketika kami adu mulut trkdg dia hilang kontrol seakan akan ingin memukul dan berkata kasar. Pada akhirnya sya takut dgn perilaku dia dan bgg untuk mnruskn atau mengakhiri hub sy...sy takut sifat dr ayahnya mnrun pd tunangan sy. Orangtuanya sudah bercerai krn ayahnya srg melakukan kdrt kpd istrinya...srg nendang memukul menampar menonjok dsb. Sy takut hal itu terjd kpd sy.....
Krn tunangan sy pnh mengtkn jk kondisi normal dia tdk ada fkran untk menyakiti sya.....tp ketika kami cekcok besar wlpun blm pernah memukul tp kata2 dia mengrh kpd ancaman untuk mlkkn kontak fisik jk sya tdk bs patuh pda perkataanya..... Shg jk sy benar sy sulit untuk mmbela diri.
Lalu apakh ada solusi untuk hub sya......? Dr mslh sy apakah ada tindakan kekerasan dr perilaku tunangan sya bu....tolong pencerahnnya
Terimakasih

Avatar Nurindah Fitria

Halo Sandika, 

cukup rumit situasi yang Sandika alami saat ini. Namun, kabar baiknya adalah Sandika dan pasangan tahu apa penyebab dan ketika situasi apa saja munculnya tindak kekerasan tersebut. Ada baiknya pasangan mulai belajar untuk melakukan "anger management" atau manajemen perilaku marah. Ketidakmampuan kita untuk mengendalikan perilaku ketika marah karena kita tidak mempelajari secara baik cara mengatur dan mengendalikan emosi kita. Hal ini seharusnya bisa dipelajari dengan baik semasa anak-anak hingga mencapai usia dewasa. Namun, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang baik untuk mempelajarinya, sehingga kesulitan untuk mengendalikan amarahnya di usia dewasa. Jadi, diperlukan latihan mengatur dan mengendalikan emosi ini agar tunangan mb dapat mengendalikan diri dan tidak melakukan perilaku kekerasan kepada mb di masa mendatang (ini yang paling mb takutkan kan). Semoga mb dan pasangan bisa bersama-sama untuk menemukan jalan keluarnya. 

 

Salam,

 

Kirim komentar

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.