Mengapa Psikologi?

Kategori: 
Topik: 



“Mengapa saya butuh pergi ke psikolog? Saya kan tidak gila!”

 

Pernahkah Anda berpikir demikian? Pergi ke psikolog seringkali disalahmengerti oleh kebanyakan orang. Bertemu psikolog dianggap memiliki arti dirinya mengalami masalah kejiwaan. Padahal makna psikologi sendiri jauh melebihi itu. Psikologi berasal dari asal Bahasa Yunani yaitu psyche, berarti “jiwa” atu “pikiran”, dan logos, berarti “kata”. Secara harfiah psikologi mungkin dianggap hanya mempelajari tentang pikiran atau jiwa. Akan tetapi, orang-orang yang mempelajari psikologi lebih suka mengartikan psikologi sebagai studi sistematik dari perilaku dan pengalaman. Perilaku menunjukkan adanya manifestasi nyata yang dilihat dari makhluk hidup. Sedangkan pengalaman menunjukkan adanya proses bagaimana perilaku tersebut terbentuk. Makna ini dapat diterapkan kepada semua makhluk hidup terutama manusia yang merupakan makhluk hidup dengan kemampuan tertinggi. Dengan demikian, kita dapat menganggap psikologi adalah ilmu yang mempelajari semua makhluk hidup, khususnya manusia. Anggapannya, tanpa manusia psikologi tidak akan pernah ada, dimanapun manusia berada maka di situlah psikologi bermain.

Berdasarkan anggapan tersebut, kita tidak bisa membatasi psikologi hanya menangani sisi buruk manusia ataupun manusia yang mengalami gangguan kejiwaan. Psikologi adalah hal yang global karena perilaku manusia berkembang ke arah baik maupun buruk. Ketika perilaku manusia berkembang menjadi sesuatu yang baik, psikologi akan mempelajarinya dan menjelaskan bagaimana suatu perilaku terbentuk. Misalnya saja, bagaimana Anda dapat melihat suatu benda? Dari sudut pandang ilmu fisika dan biologi, kita dapat melihat karena adanya cahaya masuk ke retina mata dan membentuk objek di dalam mata. Akan tetapi, bagaimana Anda tahu benda tersebut adalah benda yang Anda kenal dengan baik? Untuk pertanyaan ini, psikologi yang dapat menjawabnya, karena psikologi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana suatu perilaku terbentuk. Dalam diri kita ada suatu proses bernama persepsi, dimana kita memaknai sesuatu berdasarkan pandangan subjektif kita, bukan makna objektifnya. Pemaknaan ini tentunya sesuai dengan pengalaman, yang akan berbeda dari satu orang ke orang lain.

Sebaliknya, psikologi pun dapat mempelajari sisi buruk perkembangan perilaku manusia. Coba ingat kembali, pernahkah Anda tidak mengalami masalah? Pasti jawabannya tidak. Manusia pasti berhadapan dengan masalah, yang tingkatannya akan berbeda dari satu orang ke orang lain, dari satu waktu ke waktu lain, dan dari satu situasi ke situasi lain. Misalnya saja, permasalahan yang dihadapi anak balita akan berbeda dengan yang dihadapi oleh orang dewasa. Ketika masa balita, masalah yang dihadapi adalah seberapa jauh perkembangannya. Sedangkan ketika dewasa, masalahnya tentu saja bukan lagi berhubungan dengan bisa merangkak ataukah tidak, atau bisa berjalan atau tidak, tetapi lebih berkaitan dengan pemecahan masalah yang menuntut seseorang berpikir lebih banyak.

Cakupan psikologi yang cukup luas ini menunjukkan psikologi tidak hanya diperuntukkan bagi yang mengalami gangguan kejiwaan. Setiap orang memiliki masalah, ringan ataupun berat, dan terkadang kita merasa tidak memiliki cukup kemampuan untuk mengatasinya. Oleh karena itu, sebagai ilmu yang memahami Anda, psikologi berusaha untuk membantu Anda. Jangan pula melihat masalah Anda sebagai sesuatu yang sepele sehingga tidak memerlukan psikolog. Tidak ada masalah yang terlihat sepele untuk dibagi dengan psikolog.

Menyepelekan masalah sama seperti kita meremehkan kondisi kejiwaan kita. Mengapa demikian? Karena kehidupan yang baik adalah kehidupan yang kesehatan raga dan jiwanya seimbang. Ketika kita sakit, walaupun hanya sekedar pilek, kita akan segera menemui dokter untuk menyembuhkannya. Penanganan yang cepat dan tepat akan membuat kesehatan kita lebih baik. Mengapa hal yang sama tidak kita lakukan untuk kesehatan jiwa kita?

Bayangkan, sebuah batu cukup besar yang tepat berada di bawah tetesan air dari atap rumah Anda. Pada awalnya, batu itu memiliki bentuk yang sempurna. Setelah beberapa waktu, Anda mendapati terdapat lubang tepat di tengah batu itu. Setelah Anda perhatikan, ternyata tetesan dari atap itu yang membuat batu itu berlubang. Kita bisa menganalogikan masalah kecil yang kita hadapi seperti lubang di batu itu. Semakin kita tidak memperdulikan masalah kecil yang kita hadapi, hanya akan membuat masalah itu semakin masuk ke dalam diri kita bahkan berpengaruh ke hal lain yang awalnya tidak bermasalah. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah sedini mungkin agar masalah itu tidak meluas dan membuat kejiwaan kita terganggu. Tidak perlu mengalami gangguan kejiwaan dahulu untuk menemui psikolog karena permasalahan kecil pun dapat menjadi besar ketika tidak ditangani segera.

Jadi, apa yang perlu diragukan lagi? Ingat kembali psikologi hadir di setiap tempat yang ada manusianya. Artinya psikologi hadir hingga saat ini hanya untuk Anda! Tak perlu malu dan takut karena dengan membagi masalah artinya membagi pemikiran untuk mencari jalan keluarnya. Begitu masalah ditangani dengan baik, kesehatan jiwa pun tercapai demi kehidupan yang lebih sejahtera nantinya.

Komentar

good job :-)

Avatar Nurindah Fitria

Thank u Muiz,, silahkan berkunjung lagi dan disebarkan kepada teman-temannya yah :)


-salam

I just want to thank you for this article about Mengapa Psikologi? | Psikologi Kita .

Setuju sama suhu nurindah fitria...Orang2 di indonesia masih menganggap orang yg ke psikolog itu orang yg gila...Padahal klo saya perhatikan di film2 luar negeri (maklum hobinya nonton... he...) jika aktornya punya masalah kecil yg bisa mempengaruhi rutinitas hidupnya saja, dia akan pergi ke psikiater untuk sekedar curhat... ato dikasus yg lain ada aktor yg menjalani rutinitas kehidupannya dan merasa bosan, dia pergi ke psikiater buat sekedar sharing... dan pastinya yg saya ingat dari setiap pengobatan (namanya pengobatan bkn ya? he..) di psikiater, si pasien pasti berbaring di sebuah sofa yg sangat nyaman sambil ditanya2 sama psikiaternya...Hahaha... jd ngebahas film...Mudah2an web ini bisa membantu orang2 indonesia yg punya masalah di kehidupannya, termasuk saya juga...Klo liat di film kan kayanya psikiater itu bayarnya mahal... mudah2an disini gratis selamanya ya suhu nuridah fitria... Curhatan2 yg kita share ke web ini kerahasiaannya terjamin kan suhu nuridah fitria?Itu aja dulu suhu nuridah fitria...Terima kasih... 

Avatar Nurindah Fitria

Betul sekali Hakim, di luar negeri kebutuhan akan psikiater dan psikolog sama seperti kebutuhan ke dokter karena kita hidup tak hanya perlu sehat fisik saja tetapi juga sehat jiwa. Semakin kita paham akan kondisi kejiwaan kita dan mampu mengendalikannya dalam kondisi baik, maka penyakit fisik pun kemungkinan menjauh. InsyaAllah curhat2an yg di share di web ini akan terjamin kerahasiaannya, sesuai dengan kode etik yang telah kami pegang teguh sebagai psikolog. 

Silahkan berkunjung kembali ke web kami. 

Salam

-psikologi kita-

comment on this post. WONDERFUL Post.thanks for share..extra wait .. …

Alhamdulillah, terima kasih ibunda, infonya sangat bermanfaat dan dapat dimengerti

Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul "Mengapa Psikologi?".
Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Majalah Ilmiah Psikologi

saya butuh psikolog.tapi didaerah saya tidak ada. tolong bantu saya?

Sy py anak perempuan usia 14 th,dari kecil sy didik dgn baik,ajaran agama,akhlak budi pekerti,dilatih untuk terbiasa membantu pekerja ortu,diperhatikn kebutuhan lahir batinnya.tapi mengapa jadinya tidak seperti yg diharapkan,bahkan mendekatipun tidak?. Mulai kls 4 SD,sdh mulai berulah,mencuri,berbohong,malas bahkan malas melakukan hal2 kecil sekalipun.berbagai sanksi sdh diberikan.mulai ditegur baik2,ditegur agak keras,dihukum menulis sepuluh halaman kata2 penyesalan,dihukum fisik ringan,sedang,bahkan berat sudah dilakukan.saya sendiri tidak hanya menasehati berulang kali tapi juga memberi contoh teladan dirumah.namun paling jadi anak baik 3 sampai 1 minggu, berikutnya kambuh lagi melakukan kesalahan yg sama, itu lagi, itu lagi.kayaknya tidak ada kapok atau berusaha belajar dr kesalahannya.sekarang anak itu saya pondokkan di pesantren malang.Dengan harapan mendapat lingkungan yg kondusif bagi perkembangan jiwanya.Tapi lagi2 dia berulah dgn menilap uang sekolah pondok 10 bulan tdk dibayarkan.Saya sebetulnya merusaha mengecek buku pembayaran santri waktu menyambanginya 2 minggu sekali.tapi dia selalu bisa berdalih a b c d pintar kasih alasan,sy lagi2 berusaha percaya. Sampai akhrnya begitu mau ujian semuanya terrbongkar.Termasuk penyakit kejiwaan apa ini? Dan apa yang harus saya lakukan.sebagai tambahan infomasi anak itu selalu membisu apabila ditanyain tentang kronologis kesalahannya.Tolong masukannya terima kasih.

Kirim komentar

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.