Depan

Artikel Psikologi

Kelahiran anak merupakan salah satu momen yang tidak terlupakan
dan membahagiakan, namun sebagian besar ibu belum memahami
dan menyadari tentang baby blues setelah kelahiran. Sebagian besar ibu,
yaitu 50 hingga 80 persen, akan mengalami naik turunnya emosi yang
dikenal sebagai baby blues. Mengapa  baby blues dapat terjadi? Hal
ini karena jumlah hormon yang membantu selama kehamilan, seperti
hormon progesteron dan estrogen, turun drastis setelah kelahiran.
Turunnya jumlah hormon inilah yang dapat menyebabkan perubahan mood,
“Ibu tak akan marah padamu, kalau kamu tidak nakal,
tidak iseng sama adik dan nurut sama ibu. Kamu tahu
tidak? Ibu capek! Kamu harusnya paham. Bisa tidak,
kamu tidak membuat ibu marah? Bisa tidak, kamu tidak
bikin adikmu nangis?”. Pernahkah Anda mendengar kalimat
tersebut dari seorang ibu atau pernah mengalami sendiri
berada dalam posisi tersebut? 
 
Mendidik dan merawat buah hati bukanlah hal yang mudah.
Namun apakah sebagai ibu, Anda seringkali merasa marah
tanpa terkendali pada anak dan suami, padahal sebenarnya
Melakukan aktivitas fisik atau berolah raga telah terbukti
memberikan efek yang positif bagi kesehatan fisik seseorang. 
Misalnya, menghambat penuaan, mencegah serangan penyakit, 
menambah daya tahan tubuh dan sebagainya. Dengan berolah 
raga, tubuh terasa bugar dan kuat sehinga mampu menjalankan 
kegiatan sehari-hari dengan baik. Namun, selain meningkatkan 
kesehatan fisik, olah raga ternyata dapat memberikan manfaat 

Cerita Kamu

mbak saya mau bertanya, bagaimana agar kita bisa memaafkan sifat orang lain dan agar tidak ada dendam jika bertemu dengan orang tersebut jika dikemudian Hari.

Terima kasih.

-K, 21 tahun-

Jawaban kami:

Jika kita berbicara tentang sifat, tentunya kita bicara tentang perbedaan, bahwa kita berbeda dengan mereka dan mereka berbeda dengan kita. Perbedaan itu yang membuat kita merasa ada sifat orang lain yang kurang sesuai dengan kita. 



Saya bingung, gimana caranya mengurangi kebiasaan menonton porno, kalau perlu menghilangkan kebiasaan itu, karena sangat mengganggu saya.

terima kasih

-A, 19 tahun-


Jawaban kami:

Berikut hal yg dapat A lakukan untuk menghilangkan 'kebiasaan buruk' ini:

1. Bertekadlah untuk berubah. Tekad bulat tanpa tawar menawar dan tanpa alasan apapun untuk kembali. Katakan pada diri sendiri: Tidak ada alasan untuk kembali! Kebiasaan ini harus saya hilangkan!

2. Bertindak!



Saya seorang istri dan ibu, suami saya baik dan sangat pengertian, anak (umur 8) sehat dan pintar. Secara ekonomi, kami berkecukupan tanpa berlebihan, suami dan saya bekerja, saya bekerja part-time sesuai hobby sehingga cukup banyak waktu luang. Sementara kami bekerja, perawatan anak dibantu oleh kedua mertua, dimana kami masih serumah. Dalam pergaulan saya merasa senang punya teman cukup banyak dengan latar belakang berbeda2, menikmati waktu berinteraksi dengan mereka.



Nama: A
Usia : 22
Pendidikan terakhir: SMA


Ceritamu:


Salam kaaa..


Mau curhat ni... usia saya sekarang 22 tahun.
Sekarang sedang kuliah di Jakarta. sekarang lagi
punya problem, yaitu mental block akut, suka
menunda-nunda pekerjaan yang positif bahkan
tidak jarang akhirnya tidak dikerjakan.