Kenali Tipe Kekerasan dalam Hubungan Anda

Kategori: 
Topik: 

"Kemarin saya dipukul oleh pacar saya saat kami bertengkar hebat, padahal selama ini dia tidak pernah seperti itu..."

"Setiap hari pacar saya selalu memeriksa ponsel saya, bahkan selalu bertanya saya sedang dimana dan sedang bersama siapa, kalau saya tidak menjawab, dia akan marah besar sampai memukul saya..."


Dua kondisi di atas adalah kondisi yang mungkin saja terjadi dalam suatu hubungan. Dua-duanya secara sekilas mengandung unsur kekerasan di dalam hubungannya. Namun, perlu dipahami, tidak melulu sebuah hubungan yang diwarnai dengan pemukulan atau kekerasan fisik disebut sebagai hubungan dengan kekerasan. Johnson & Leone (2005) membedakan tiga tipe kekerasan dalam pacaran, antara lain yaitu:

  • Situational couple violence. Seperti namanya maka tipe kekerasan ini terjadi hanya pada situasi-situasi tertentu. Utamanya terjadi ketika sepasang kekasih sedang mengalami konflik dan saling beradu argumen. Kekerasan, seperti pemukulan, terjadi akibat kemarahan yang memuncak dari salah satu pihak. Frekuensi kejadiannya pun hanya sesekali. Pihak yang melakukan kekerasan tidak selalu menjadikan kekerasan sebagai bentuk penyelesaian masalah. 
  • Intimate terrorism . Pada tipe kekerasan ini, pihak yang melakukan kekerasan menjadikan kekerasan sebagai alat untuk mengontrol pasangannya. Dengan demikian, ada pihak yang dinilai sebagai superior (pemegang kendali) ada yang bersifat inferior (di bawah kendali). Biasanya pihak inferior kesulitan untuk lepas dari pihak superior karena semakin lama ia akan kehilangan keyakinan dirinya untuk berdiri sendiri tanpa pengaruh dari pasangannya. 
  • Violent resistance . TIpe terakhir ini menunjukkan kekerasan terjadi karena pihak yang selama ini menjadi inferior melakukan perlawanan kepada pasangannya yang telah melakukan intimate terrorism. Penggunaan kekerasan adalah bentuk perlawanannya akibat ketidakberdayaan yang telah memuncak. 

Ketiga tipe di atas berbeda dari segi situasi yang memunculkan kekerasan, frekuensi terjadinya kekerasan, dan kesetaraan antara pihak yang terlibat dalam hubungan. Sebuah hubungan dikatakan mengandung unsur kekerasan dalam hubungan apabila diwarnai oleh tipe intimate terrorism, yang mana kekerasan tidak hanya terjadi akibat konflik yang sesekali timbul dalam suatu hubungan, tetapi disebabkan adanya kontrol dari salah satu pihak terhadap pasangannya. Dengan demikian, salah satu pihak seperti sedang mengalami teror di dalam hubungannya. Ia akan merasa tidak nyaman di dalam hubungan tersebut karena adanya kendali dari pasangannya. Akibatnya, ia akan merasa ketidakberdayaan untuk lepas dari hubungan karena kehilangan kepercayaan diri untuk mampu berdiri sendiri di luar hubungan tersebut. 

Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenali benarkah ketika pasangan kita memukul, sudah termasuk kekerasan dalam hubungan? Karena konflik tentunya tidak bisa kita hindari dalam hubungan kita. Konflik sebenarnya adalah cara untuk mendewasakan hubungan kita. Namun, ketika kekerasan dijadikan cara untuk menyelesaikan konflik yang ada, bahkan apabila di dalamnya diwarnai oleh unsur pengendalian dari salah satu pihak, maka haruslah berhati-hati. Berdasarkan sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Wolfe, Scott, Reizel-Jaffe & Wekerle (2001) maka sebuah hubungan yang sehat bisa bisa dinilai dengan menghitung seberapa sering bentuk-bentuk kekerasan terjadi dalam satu tahun terakhir hubungan. Apabila bentuk-bentuk kekerasan semakin sering terjadi dalam satu tahun terakhir hubungan, maka itu merupakan tanda hubungan kita diwarnai oleh resolusi yang sifatnya negatif. Kita pun semakin bisa menilai, saat hubungan masih belum berumur satu tahun tetapi bentuk-bentuk kekerasan, baik fisik, emosional, verbal, maupun seksual semakin sering terjadi, maka tentunya hubungan itu tentunya tidaklah sehat. 

 

Jadi, sebaiknya kita menelaah kembali, sehatkah hubungan kita? Masihkah kita akan meneruskannya?

 

 

Sumber:

Johnson, M. P., & Leone, J. M. (2005). The differential effects of intimate terrorism and situational couple violence:Findings from the National Violence Against Women survey. Journal of Family Issues,26, 322–349.

Wolfe, D.A., Scott, K., Reizel-Jaffe, D. & Wekerle, C. (2001). Development and validation of the conflict in adolescent dating relationship inventory. Psychological Assesment, 13, (2), 277-293.

 

Kirim komentar

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.