Mengapa Selingkuh?

Kategori: 
Topik: 
Pada masa sekarang ini, perselingkuhan telah menjadi 
suatu isu yang banyak terjadi dalam masyarakat kita. 
Penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2008, 
memperkirakan 10-25% pasangan yang telah menikah 
setidaknya pernah satu kali selingkuh. Awalnya, 
perilaku selingkuh yang tampak hanya dilakukan oleh 
kalangan pria. Namun seiring dengan kemajuan jaman, 
wanita juga berani melakukan perselingkuhan dalam 
pernikahannya. Penelitian Blumstein & Schwartz pada 
tahun 1990 menunjukkan 11% dari pria dan 9% dari wanita
yang telah menikah dilaporkan berselingkuh. Sedangkan 
Data Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2006 
menunjukkan dari 9 kasus perceraian akibat perselingkuhan, 
7 diantaranya dilakukan oleh wanita yang melakukan 
perselingkuhan dengan pria lain. 
 
Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab terjadinya 
perceraian. Berdasarkan data perceraian yang dikeluarkan 
oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah 
Agung (Ditjen Badilang MA) pada tahun 2010, perselingkuhan 
menjadi urutan kedua setelah faktor ekonomi sebagai 
penyebab perceraian, yaitu sebanyak 20.199 dari 285.184 
kasus perceraian. Berdasarkan data tersebut dapat diartikan 
dari 10 keluarga, satu keluarga bercerai disebabkan 
karena perselingkuhan. Jadi, mengapa banyak terjadi 
perselingkuhan? 
 
Terdapat beragam penyebab mengapa seseorang berselingkuh,
namun kebanyakan dari mereka menyatakan bahwa suami 
atau istrinya kurang dapat memuaskan dalam hal emosional
atau seksual. Sebaliknya, pasangan selingkuhnya dapat 
memenuhi kebutuhan emosional dan seksualnya. Semakin 
besar ketidakpuasan terhadap suami atau istri, maka 
mereka akan semakin berusaha mendekati pasangan selingkuhnya.    
 
Penyebab lainnya adalah pasangan berusaha untuk setara atau 
sama dalam beberapa karakteristik, termasuk pendidikan, 
pendapatan, menarik secara fisik, pandangan religius, 
minat dan perilaku. Pasangan yang kurang sesuai dalam 
satu sama lain dalam karakter-karakter yang penting 
rentan mengalami perselingkuhan, mungkin karena 
mengalami ketidakpuasan dengan pasangannya. Contohnya,
pasangan dengan tingkat pendidikan yang setara dan 
memiliki minat yang sama jarang mengalami perselingkuhan. 
Dengan mencari kesamaan dengan pasangan dan saling 
menyesuaikan diri dapat terhindar dari perselingkuhan.  
 
Pada masa sekarang, pria dan wanita sama-sama dapat 
melakukan perselingkuhan. Bahkan terdapat kemungkinan 
bahwa wanita dengan status sosioekonomi yang lebih tinggi 
dapat menunjukkan ketidaksetiaan terhadap pasangan. 
Misalnya, wanita memiliki pendidikan dan pekerjaan yang 
lebih baik daripada suami mereka. Mereka tidak takut untuk
berpisah atau bercerai dari suami mereka karena dapat 
membiayai diri sendiri. 
 
Jadi, bagaimana menghindarkan diri dari perselingkuhan? 
Dengan berbagai problematika rumah tangga yang ada, 
pasangan perlu untuk dekat dan saling membahagiakan 
satu sama lain. Terkadang seorang istri terlalu sibuk 
memperhatikan anak atau menyelesaikan pekerjaan rumah 
tangga sehingga lupa memperhatikan suami. Secara 
emosional, seorang suami senang jika dihargai oleh 
istrinya atas kerja kerasnya selama ini. Oleh karena itu, 
berikan perhatian dan pujian. Sediakan waktu untuk berdua 
dan berkomunikasi satu sama lain. Jika perlu saling 
memberi hadiah agar pernikahan tetap harmonis.