Perbedaan antara Kesedihan dan Depresi

Kategori: 
Secara umum, orang kebingungan dalam membedakan antara emosi 
sedih dan kondisi serius yang memerlukan penanganan seperti 
depresi. Ada orang mengalami depresi, namun menyangka dirinya 
hanya sedang sedih. Ada pula yang merasa sangat sedih dan 
khawatir sehingga menyangka dirinya mengalami depresi. Hal 
ini dapat menjadi masalah besar karena kita bisa menyepelekan 
kondisi depresi dan di sisi lain kita bisa terlalu reaktif 
terhadap keadaan emosi sedih. Adapun hal terpenting mengapa 
kita perlu membedakan keduanya adalah jika kita mengalami 
depresi, akan ada dampak besar pada kesehatan mental, 
kesehatan fisik, dan usia.
 
Sedih dan Depresi 
Sedih adalah emosi normal manusia, kita semua pernah 
mengalami dan akan mengalaminya lagi. Kesedihan biasanya 
dipicu oleh kesulitan, sakit hati, tantangan, atau 
peristiwa yang tidak menyenangkan. Dengan kata lain, kita 
cenderung merasa sedih tentang sesuatu. Hal ini berarti, 
jika sesuatu diubah atau berubah dan kita dapat beradaptasi 
atau menghilangkan kekecewaan tersebut, maka kesedihan 
kita akan hilang. 
 
Depresi adalah keadaan emosi yang abnormal, gangguan mental
yang dapat mempengaruhi pemikiran, emosi, persepsi, dan 
perilaku secara terus menerus. Ketika kita mengalami depresi, 
kita merasa sedih tentang semua hal. Depresi tidak harus 
mengalami peristiwa sulit, kehilangan, atau perubahan 
peristiwa sebagai pemicu. Depresi seringkali muncul ketika
tidak ada pemicu. Meski kehidupan seseorang sebenarnya 
baik-baik saja, mereka tetap merasa buruk.  
 
Depresi mempengaruhi semua aspek dalam hidup, membuat semuanya 
kurang bisa dinikmati, kurang menarik, kurang penting, kurang 
dicintai, kurang berharga. Depresi menyerap energi, motivasi, 
dan kemampuan untuk mengalami kesenangan, kenyamanan, antisipasi, 
kepuasan, hubungan dan arti hidup. Orang yang mengalami depresi 
lebih tidak sabaran, lebih mudah marah dan frustrasi, lebih 
mudah putus asa serta membutuhkan waktu lama untuk kembali. 
Orang yang mengalami depresi sulit untuk menerima perkataan 
bahwa “semua ada dalam pikiranmu” atau “berubahlah lebih 
positif”. Perkataan tersebut hanya membuat orang dengan 
depresi merasa lebih buruk. 
 
Tanda-tanda Depresi 
Untuk mendapatkan diagnosa Depresi, seseorang setidaknya memiliki 
5 tanda berikut dengan durasi minimal dua minggu secara terus 
menerus. Berikut ini hanya panduan untuk memahami tanda depresi, 
perlu konsultasi langsung untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 
 
1. Muram dan mudah tersinggung sepanjang waktu
2. Kehilangan atau berkurangnya kesenangan atau minat terhadap
   kegiatan, termasuk hal-hal yang tadinya diminati atau disenangi 
3. Perubahan signifikan dalam berat badan dan selera makan
4. Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak
5. Merasa lebih lambat dalam bergerak dan ingin beristirahat pada
   kebanyakan waktu.
6. Merasa lelah dan energi cenderung rendah pada kebanyakan waktu.   
7. Merasa tidak berharga atau penyesalan yang berat 
8. Mengalami masalah dengan pemikiran, fokus, konsentrasi, kreativitas
   dan kemampuan untuk membuat keputusan sepanjang waktu. 
9. Memiliki pemikiran untuk mati atau bunuh diri.
 
Jika kita mengalami beberapa tanda di atas, segeralah untuk mencari
bantuan untuk penanganan lebih lanjut. Depresi merupakan gangguan 
yang umum dan terdapat berbagai penanganan yang dapat dilakukan 
untuk merasa lebih baik.