Seorang pria berusia 25 tahun dibawa oleh orang tuanya ke tempat praktek dengan keluhan awal bahwa ia pendiam, suka melamun, tertawa sendiri, dan mengamuk di rumah. Menurut ibunya, jika dalam keadaan “sadar”, ia dapat mengurus dan menjaga kebersihan dirinya sendiri disertai dengan pengawasan. Contohnya, ia mau mandi atau mencuci pakaian. Namun jika dalam “tidak sadar”, ia suka mengamuk atau membuat barang-barang di rumah menjadi pecah berantakan. 

Ibunya mengalami kesulitan dan kerepotan dalam menghadapi perilaku anaknya, terlebih lagi ia harus bekerja di luar rumah dan tidak ada orang yang dapat mengawasi. Pemeriksaan psikologi dilakukan atas permintaan ibunya untuk mengetahui lebih jelas mengenai gangguan yang dialami pria berusia 25 tahun tersebut. Berdasarkan pemeriksaan lebih lengkap, pria tersebut menunjukkan beberapa gejala Skizofrenia. 

Apa itu Skizofrenia? 

Skizofrenia merupakan penyakit yang dikarakteristikkan dengan adanya gangguan dalam pemikiran, emosi, dan perilaku. Gangguan ini diantaranya adalah adanya ide-ide yang tidak berhubungan secara logis, tidak mampu mempersepsi sesuatu dan melakukan konsentrasi, kurangnya ekspresi emosi atau ketidaksesuaian ekspresi, dan gangguan dalam perilaku dan gerakan. Gangguan skizofrenia muncul sebagai usaha untuk melarikan diri dari tekanan dan kecemasan dengan cara meninggalkan dunia pemikiran yang realistis sehingga akhirnya membentuk delusi dan halusinasi atau gangguan perilaku yang lain.   

Gejala Skizofrenia

Skizofrenia memiliki gejala-gejala yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Gejala positif : Terdiri dari hal-hal berlebihan atau diluar batas normal dan distorsi.

  • Waham/Delusi

Waham merupakan keyakinan yang keliru atau bertentangan dengan kenyataan dan terus diyakini walaupun sudah dihadapkan dengan bukti-bukti yang menentangnya, dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan sosial budaya orang yang bersangkutan.

  • Halusinasi

Halusinasi merupakan pengalaman sensoris yang dialami tanpa adanya stimumulus dari lingkungan atau persepsi keliru yang dialami melalui panca indra. Jenis-jenis halusinasi seperti: halusinasi pendengaran, penglihatan, penciuman, taktil (sentuhan), liliput (objek dilihat memiliki ukuran lebih kecil), kinestetik (sensasi pada tubuh tanpa adanya penerima rangsang tersebut, seperti merasa terbakar, tertekan), hypnocompic (merasa terjaga namun sebenarnya tidur).


2. Gejala negatif : Terdiri dari perilaku yang defisit

  • Avolition, merupakan kurangnya motivasi dan hilangnya ketertarikan atau ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin.
  • Alogia, merupakan berkurangnya jumlah pembicaraan secara signifikan.
  • Anhedonia, merupakan hilangnya ketertarikan terhadap pengalaman yang menyenangkan
  • Afek datar, merupakan kurangnya ekspresi emosi yang dapat dilihat.
  • Asosial, merupakan gangguan dalam hubungan sosial.

 3. Gejala Disorganisasi : Terdiri dari perilaku yang tidak teratur.

  • Disorganisasi pembicaraan, terdapat beberapa gangguan yang mungkin terjadi, yaitu asosiasi longgar, inkoheren, bloking, mutisme, logorrhoe, atau sirkumstansial. Disorganisasi pembicaraan dapat disertai dengan kekonyolan atau tertawa yang tidak ada hubungannya dengan isi pembicaraan.
  • Disorganisasi perilaku, dapat muncul dalam beberapa bentuk seperti kenakalan anak-anak atau agitasi yang tidak diduga (berteriak atau menyumpah serapah). Masalah juga dapat muncul dalam bentuk kegiatan tanpa tujuan dan kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memasak makanan atau menjaga kebersihan. Contoh lain, penampilan terlihat tidak rapi, tidak berpakaian secara pantas (menggunakan jaket berlapis pada hari yang panas), dan perilaku seksual yang tidak pantas (masturbasi di depan publik). 

Gejala-gejala yang diuraikan di atas adalah gejala umum dari penderita dengan gangguan skizofrenia. Skizofrenia itu sendiri memiliki beberapa tipe dengan penjelasan yang lebih khusus lagi. Penderita skizofrenia perlu segera ditangani agar gejala tidak semakin parah. Pada kasus tertentu,penderita skizofrenia dapat menyakiti dirinya sendiri dan orang lain. Segera bawa penderita ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.   

Bahan bacaan: Sadock, B.J., & Sadock, V.A. 2007. Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry:  Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry (10th Ed.). New York: Lippincott Williams & Wilkins

About the author

Awen adalah nama panggilannya. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana psikologinya di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI). Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Profesi Psikolog kekhususan Psikologi Klinis Dewasa di Universitas Indonesia (UI). Ia senang mendalami topik tentang pernikahan, keluarga dan pendidikan anak. Saat ini, ia praktek di sebuah klinik di Balikpapan dan sebagai founder dari Quadra Sinergi Consulting.

Leave a Reply