Membangun Hubungan Yang Positif

Beberapa pertanyaan seringkali masuk ke website kami mempertanyakan tentang apakah hubungannya memang patut untuk diteruskan atau tidak. Beberapa juga diantaranya mempertanyakan bagaimana membina hubungan yang baik dengan teman sebaya, pasangan, dll. Sebenarnya, sebaik apa hubungan tersebut haruslah tergambar dari seberapa positif kita dapat membina hubungan dengan pasangan, teman, atau sahabat. Beberapa konsep umum yang dapat menggambarkan hubungan yang positif dari perspektif orang Eropa-Amerika, antara lain:

  • Hubungan yang baik memberikan kebebasan untuk berekspresi dan mencerminkan penerimaan ide bahwa adanya perasaan kedua belah pihak adalah penting.
  • Haruslah disadari bahwa kita tidak dapat mencapai kebahagiaan melalui orang lain. Jika kebahagiaan harus dicari, maka haruslah ditemukan melalui kita dan pasangan/teman kita.
  • Cinta adalah kemampuan dan keinginan untuk membolehkan orang-orang yang kita pedulikan menjadi apa yang mereka pilih bagi diri mereka sendiri tanpa adanya desakan hanya sekedar untuk menyenangkan kita.
  • Tiap orang bertanggungjawab penuh pada kebahagiaannya masing-masing.
  • Komunikasi adalah kunci untuk menciptakan dan menjaga hubungan yang positif.
  • Ketika kamu berbicara, biasakanlah menggunakan pesan diawali kata “Saya” dibanding menggunakan pesan diawali kata “Kamu”. Misalnya, “Saya merasa kesal kepada kamu” bukan dengan kalimat “Kamu sudah membuat saya kesal”.
  • Beresponlah terhadap apa yang dikatakan oleh pasangan/teman.
  • Berikan kepada pasangan/teman kebebasan untuk mengungkapkan pendapat.
  • Buatlah waktu untuk membicarakan hal-hal penting.
  • Jangan memberikan “label” baik pada diri sendiri atau pun pasangan/teman.
  • Kita yang wajib mengajarkan kepada pasangan/teman bagaimana kita ingin diperlakukan. Jadi, perlakukanlah pasangan/teman seperti kita ingin diperlakukan.

Jika kita memang merasa tidak bahagia dengan hubungan kita, sebaiknya bicarakanlah secara mendalam satu sama lain, bukan hanya membicarakannya sambil lalu. Habiskan waktu untuk berbicara secara mendalam satu sama lain. Cobalah melatih keterampilan berkomunikasi yang baik agar pesan dapat disampaikan secara efektif, terutama dalam menyampaikan perasaan maupun dalam memecahkan masalah yang cukup banyak melibatkan emosi.

Sumber :

Berko, R., Aitken, J.E. & Wolvin, A. (2010). Interpersonal Concepts and Competencies, Foundations of Interpersonal Communication. Lanham : Rowman & Littlefield Publisher, Inc.

About the author

Nurindah Fitria merupakan psikolog lulusan Magister Profesi Psikologi Klinis Dewasa Universitas Indoneisa. Setelah resign menjadi pendidik di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, saat ini ia menjad psikolog rekanan di organisasi non-profit yang menangani kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, ia lebih banyak menghabiskan aktivitasnya dengan menulis. Beberapa buku sudah ia hasilkan, antara lain buku "Kapan Siap Nikah?" tentang persiapan pranikah dan buku "Melepas Luka". Tema-tema yang ia tekuni adalah seputar pernikahan, keluarga, trauma, kekerasan, religiusitas, dan pemaafan.

Leave a Reply