Depan

Artikel Psikologi

Selama puluhan tahun, berbagai penelitian dilakukan untuk memahami hal-hal yang dapat membuat seseorang bahagia. Di Amerika, berbagai perguruan tinggi mengadakan kelas-kelas yang menjelaskan tentang kebahagiaan. Kelas tersebut selalu penuh oleh peserta. Puluhan ribu buku tentang kebahagiaan pun sudah ditulis dan dicetak. Bahkan banyak pernak-pernik yang diciptakan sebagai simbol dari kebahagiaan. Semuanya dilakukan untuk merasa bahagia. Namun, hal apa saja yang benar-benar dapat membuat kita merasa bahagia?

Beberapa pertanyaan seringkali masuk ke website kami mempertanyakan tentang apakah hubungannya memang patut untuk diteruskan atau tidak. Beberapa juga diantaranya mempertanyakan bagaimana membina hubungan yang baik dengan teman sebaya, pasangan, dll. Sebenarnya, sebaik apa hubungan tersebut haruslah tergambar dari seberapa positif kita dapat membina hubungan dengan pasangan, teman, atau sahabat. Beberapa konsep umum yang dapat menggambarkan hubungan yang positif dari perspektif orang Eropa-Amerika, antara lain:

Para ahli jiwa merekomendasikan setidaknya delapan
pelukan sehari untuk lebih bahagia dan menikmati
hubungan yang lebih baik. Sedangkan terapis keluarga
Virginia Satir menyatakan bahwa kita membutuhkan
4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk
kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan. 
 
Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan 
sederhana seperti memeluk dapat meningkatkan 
jumlah hormon oksitosin dalam tubuh. Hormon oksitosin

Cerita Kamu

Saya pernah membaca buku tentang Billy Milligan yg memiliki 24 kepribadian. Dari situ saya berpikir apa saya juga memiliki kepribadian yang lain? Karena kadang saya merasa pernah melakukan suatu hal tetapi saya tidak ingat kapan saya melakukannya. Saya juga terkadang mengalami perubahan emosi yang drastis, kadang saat sedang berkumpul bersama teman-teman saya, saya merasa malas, tapi beberapa menit kemudian saya yang bersemangat ingin berkumpul bersama teman-teman saya.



Selamat malam bu. Perkenalkan nama saya T. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu maka dari itu setelah lulus SMA saya berniat cari kerja saja. Alhasil saya bekerja sebagai seorang kasir. Saya sudah bertunangan & berencana akan menikah 3 tahun lagi.



mbak saya mau bertanya, bagaimana agar kita bisa memaafkan sifat orang lain dan agar tidak ada dendam jika bertemu dengan orang tersebut jika dikemudian Hari.

Terima kasih.

-K, 21 tahun-

Jawaban kami:

Jika kita berbicara tentang sifat, tentunya kita bicara tentang perbedaan, bahwa kita berbeda dengan mereka dan mereka berbeda dengan kita. Perbedaan itu yang membuat kita merasa ada sifat orang lain yang kurang sesuai dengan kita.